Minyak Memperpanjang Kenaikannya Karena Petunjuk dari Pengenduran AS-China Picu Optimisme
Tuesday, 20 August 2019 14:03 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak memperpanjang kenaikannya karena tanda-tanda penurunan perdagangan antara AS dan China dan prospek stimulus moneter mendukung pasar keuangan.

Kontrak berjangka di New York naik 0,4% setelah ditutup melonjak 2,4% pada hari Senin. Gedung Putih akan memperpanjang pengecualian yang melindungi pelanggan A.S. dari larangan melakukan bisnis dengan Huawei Technologies Co. selama 90 hari lagi, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross mengatakan pada hari Senin. Langkah ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump menunda tarif baru pada beberapa barang Tiongkok hingga pertengahan Desember.

Minyak mentah telah berayun antara keuntungan dan kerugian bulan ini karena investor bereaksi terhadap perkembangan perang perdagangan. Jerman sedang mempersiapkan langkah-langkah stimulus fiskal untuk mencegah kemungkinan resesi yang mendalam, sementara lebih banyak pemotongan suku bunga Federal Reserve diperkirakan akan menopang pertumbuhan Amerika. Analis memperkirakan bahwa stok AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, pertanda positif untuk pasar minyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 24 sen, atau 0,4%, ke level $ 56,45 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:23 pagi di London. Kontrak, yang berakhir Selasa, meningkat $ 1,34 pada hari Senin. Kontrak Oktober yang lebih aktif menambahkan 23 sen ke level $ 56,37.

Brent untuk penyelesaian Oktober naik 23 sen ke level $ 59,97 di ICE Futures Europe Exchange setelah naik 1,9% pada hari Senin. Minyak mentah patokan global diperdagangkan dengan premi $ 3,61 per barel ke WTI, terendah sejak Maret 2018. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.