Minyak Naik Setelah Terjadinya Serangan Drone di Arab Saudi yang Mengganggu Teluk
Monday, 19 August 2019 13:48 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak naik untuk hari kedua setelah serangan pesawat tak berawak ke ladang minyak Arab Saudi membawa risiko geopolitik kembali ke fokus, dan karena prospek lebih banyak pertemuan perdagangan AS-China mendorong beberapa optimisme investor.

Kontrak berjangka di New York naik 1,2% setelah menguat 0,7% pada hari Jumat untuk membatasi kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu terakhir. Pemberontak di Yaman menyerang fasilitas minyak dan gas di lapangan Shaybah di bagian tenggara kerajaan selama akhir pekan, meskipun hanya ada api kecil dan tidak ada gangguan produksi, Saudi Aramco mengatakan dalam sebuah pernyataan. Presiden Donald Trump mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan China tentang perdagangan tetapi menyarankan dia belum siap untuk menandatangani kesepakatan.

Minyak mentah telah jatuh sekitar 17% dari puncaknya pada akhir April karena perang perdagangan AS-China semakin intensif, memberikan pandangan buruk terhadap prospek pertumbuhan global. Sementara serangkaian serangan terhadap tanker dan fasilitas energi di Timur Tengah telah memberikan dukungan sementara untuk harga, kelebihan pasokan tetap menjadi perhatian utama bagi pasar. Sementara itu, ada tanda-tanda Arab Saudi sedang berjuang untuk mengumpulkan dukungan untuk upayanya guna meyakinkan OPEC dan sekutunya untuk memangkas produksi lebih lanjut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 64 sen, atau 1,2%, ke level $ 55,51 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:34 pagi di London. Kontrak, yang akan berakhir pada hari Selasa, naik 0,7% minggu lalu.

Brent untuk penyelesaian Oktober menguat 79 sen, atau 1,4%, ke level $ 59,43 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Benchmark global diperdagangkan pada premium $ 3,97 per barel ke WTI, dekat celah terkecil sejak Maret 2018. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.