Minyak Stabil Karena Data Industri Menunjukkan Penurunan Besar pada Persediaan AS
Wednesday, 24 July 2019 19:01 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak bertahan di dekat level $ 57 per barel karena laporan menunjukkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS dan dimulainya kembali diskusi perdagangan tatap muka antara Washington dan Beijing yang memberikan secercah harapan untuk permintaan.

Kontrak berjangka di New York naik 0,5% setelah reli 2,7% selama tiga hari sebelumnya. American Petroleum Institute melaporkan penurunan stok sebesar 10,96 juta barel pekan lalu, menurut orang yang mengetahui data tersebut. Itu lebih dari dua kali perkiraan penurunan dalam survei Bloomberg sebelum angka resmi jatuh tempo pada hari Rabu. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer akan melakukan perjalanan ke China pada hari Senin untuk pembicaraan tingkat tinggi pertama, tatap muka sejak Mei.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 27 sen, atau 0,5%, ke level $ 57,04 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 07:41 pagi waktu setempat setelah naik sebanyak 50 sen sebelumnya. Ini ditutup 1% lebih tinggi pada hari Selasa.

Brent untuk penyelesaian September menguat 17 sen ke level $ 64 per barel di ICE Futures Europe Exchange setelah menetap 0,9% lebih tinggi pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada level $ 6,97 per barel premium ke WTI. Namun, Brent September diperdagangkan dengan diskon 9 sen terhadap Oktober, dibandingkan dengan premi sebesar 66 sen minggu lalu, menunjukkan kelemahan di pasar fisik. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Merosot Karena Meningkatnya Persediaan AS Picu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Wednesday, 8 July 2020 19:20 WIB

Harga minyak mereda pada perdagangan awal pada hari Rabu karena data industri menunjukkan adanya peningkatan stok minyak mentah AS dan perkiraan untuk produksi minyak mentah AS turun kurang dari yang diantisipasi pada tahun 2020 menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan. Minyak mentah berjang...

Minyak Turun Karena Ketakutan Virus Membebani Pemulihan Permintaan Bahan Bakar
Friday, 3 July 2020 11:16 WIB

Harga minyak mereda pada hari Jumat, membalikkan kenaikan sebelumnya, karena kebangkitan coronavirus secara global dan di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia, memicu kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan bahan bakar dapat terhenti. Minyak mentah Brent LCOc1 berjangka turun 29 sen, ...

Minyak Menuju Gain Mingguan Dengan Optimisme Ekonomi Dibayangi Virus
Friday, 3 July 2020 07:47 WIB

Minyak turun pada Jumat ini tetapi tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan karena pemotongan pasokan yang agresif dan data ekonomi AS yang lebih baik dari yang diperkirakan membayangi lonjakan kasus coronavirus di ekonomi terbesar dunia. Kontrak berjangka di New York turun menuju $ 40 per bar...

Harga Minyak Merosot Pada Kekhawatiran Permintaan Saat Kasus Virus AS Melonjak
Thursday, 2 July 2020 14:27 WIB

Harga minyak merosot pada hari Kamis setelah Amerika Serikat mencatat lonjakan satu hari terbesar dalam kasus coronavirus dan California menerapkan kembali beberapa tindakan lockdown, memicu kekhawatiran kebangkitan kembali kasus COVID-19 akan menghambat pemulihan permintaan bahan bakar. Minyak men...

Minyak Bergerak Lebih Rendah Dengan Ketakutan Virus Mengimbangi Persediaan AS
Thursday, 2 July 2020 08:10 WIB

Minyak sedikit lebih rendah karena penerapan kembali langkah-langkah anti-virus di sebagian bagian AS diimbangi oleh penarikan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah Amerika dan anjloknya output dari produsen OPEC. Kontrak berjangka di New York diperdagangkan turun mendekati $ 40 ...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.