Minyak Memangkas Kerugian Mingguan Karena Kapal Perang AS Menjatuhkan Drone Iran
Friday, 19 July 2019 09:50 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak memangkas kerugian selama empat hari terakhir setelah kapal perang Amerika menjatuhkan pesawat tak berawak Iran di dekat Selat Hormuz, memicu kekhawatiran aliran minyak mentah dari Timur Tengah mungkin terganggu.

Kontrak berjangka naik sebanyak 1,9% di New York. AS "segera menghancurkan" pesawat tak berawak yang mendekati USS Boxer, kata Presiden Donald Trump, Kamis di Gedung Putih. Harga masih turun hampir 7% minggu ini setelah Trump pada hari Selasa menegaskan bahwa ia dapat memberlakukan tarif tambahan pada Beijing, pertumbuhan ekonomi China melambat ke laju terlemah dalam hampir tiga dekade pada kuartal kedua dan karena stok bahan bakar Amerika secara tak terduga bertambah.

Iran dapat menutup Selat Hormuz tetapi tidak ingin melakukannya karena jalur air dan Teluk Persia adalah jalur hidupnya, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Rabu dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television. Namun, minyak menuju penurunan mingguan tertajam sejak akhir Mei terkait kekhawatiran tentang kemerosotan permintaan global dan pemotongan aliran minyak mentah Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 94 sen, atau 1,7%, ke level $ 56,27 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:09 pagi di Singapura setelah naik sebanyak $ 1,04 sebelumnya. Kontrak kehilangan $ 1,48 menjadi $ 55,30 pada hari Kamis, penutupan terendah sejak 19 Juni.

Brent untuk penyelesaian September naik $ 1,23 ke level $ 63,16 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Ini turun 2,7% menjadi $ 61,93 pada hari Kamis dan juga ditetapkan untuk kerugian mingguan terbesar sejak akhir Mei. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 6,80 ke WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Turun Setelah Laporan API Menunjukkan Lonjakan Pada Stok AS
Wednesday, 11 December 2019 20:23 WIB

Minyak berjangka turun lebih awal setelah laporan persediaan AS pada Selasa malam menunjukkan kenaikan mingguan yang lebih besar dari yang diperkirakan dan seiring para investor mengawasi pembaruan kebijakan dari Federal Reserve, yang dapat memberikan panduan pada kesehatan ekonomi domestik, faktor ...

Minyak Stabil di Dekat 12-Minggu Tertinggi Ditengah Menyusutnya Stok, Kekhawatiran Perdagangan
Tuesday, 10 December 2019 19:34 WIB

Minyak stabil di dekat level 12-minggu tertinggi di New York, didukung oleh tanda-tanda menyusutnya persediaan minyak mentah AS yang belum ditutup oleh berlanjutnya alasan dalam perang perdagangan antara AS-China. Minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka sedikit berubah, setelah sempat melonj...

Harga Minyak Turun Seiring Lemahnya Ekspor China Menyoroti Dampak Perang Dagang
Monday, 9 December 2019 18:36 WIB

Harga minyak turun pada hari Senin setelah data yang menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, memicu kekhawatiran melalui pasar yang sudah gelisah tentang penurunan yang terjadi pada permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan Beijing. Brent berjangka tu...

Harga Minyak Turun Meskipun OPEC+ Memangkas Pasokannya
Friday, 6 December 2019 13:26 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat di Asia bahkan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sepakat untuk meningkatkan pengurangan produksi hampir 50% pada awal tahun 2020. Minyak mentah AS WTI berjangka diperdagangkan 0,3% lebih rendah ke level $ 58,27 pada pukul 12:29 siang...

Harga Minyak Berayun Setelah OPEC+ Gagal Menurunkan Target Output Baru
Friday, 6 December 2019 07:57 WIB

Minyak berada di dekat level $ 58 per barel karena koalisi OPEC+ gagal untuk menjabarkan rincian perjanjian untuk menyesuaikan target produksi resminya bahkan setelah enam jam perundingan di Wina. Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah berputar sepanjang sesi sebelumnya. Sementara Or...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak Terkait Laporan Perjanjian Perdagangan (Review)
Saturday, 14 December 2019 04:24 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah laporan mengatakan China dan AS akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan memperlihatkan Washington membatalkan tarif yang akan dikenakan pada akhir...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.