Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Anggota OPEC+ Akan Mengadakan Pertemuan
Friday, 17 May 2019 18:29 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak Brent menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari lalu karena OPEC dan sekutunya berkumpul pada akhir pekan ini untuk mempertimbangkan kebijakan output dan meningkatnya ketegangan politik di Teluk Persia.

Kontrak berjangka telah menambahkan 3,5% di London pada minggu ini. Arab Saudi, Rusia dan produsen utama lainnya dalam koalisi OPEC + akan berkumpul di Jeddah selama beberapa hari ke depan, sementara sanksi AS menekan ekspor dari sesama anggota Iran. Gesekan regional meningkat, ketika Saudi mengatakan dua tanker minyak menjadi sasaran dan menuduh Iran memerintahkan serangan pesawat tak berawak ke stasiun pompa bahan bakar mereka, memacu kekhawatiran konflik antara Amerika dan Republik Islam.

Serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker minyak dan stasiun pompa telah menyoroti betapa mengganggu perang besar di Timur Tengah terhadap aliran minyak mentah. Pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya - yang telah menjadi pendorong harga besar di awal tahun - telah memicu krisis, meskipun pertemuan kelompok akhir pekan ini akan diawasi ketat sebagai petunjuk apakah mereka akan diperpanjang. Di sisi permintaan, perang dagang AS-China yang dapat meningkatkan prospek pertumbuhan global.

Brent untuk penyelesaian Juli naik 46 sen ke level $ 73,08 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada pukul 11:17 pagi setelah ditutup naik 1,2% pada hari Kamis. Ini naik 3,5% sejauh minggu ini, kenaikan terbesar sejak 15 Februari. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 9,45 untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) pada bulan yang sama.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni naik 58 sen, atau 0,9%, ke level $ 63,45 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak berakhir 1,4% lebih tinggi pada hari Kamis dan telah naik 2,9% sejak 10 Mei, berada di jalur untuk kenaikan terbesar sejak pekan yang berakhir 5 April. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Rebound Setelah Aksi Sell-Off (Review)
Thursday, 23 January 2020 04:22 WIB Bursa saham Hong Kong rebound dari beberapa penurunan tajam pada hari sebelumnya ditengah aksi bargain-buying pada hari Rabu, tetapi para pedagang tetap khawatir karena mereka menunggu perkembangan terkait dengan virus mematikan seperti SARS yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.