Minyak Turun Setelah Ancaman Perdagangan Trump, Saudi Pangkas Harga ke AS
Monday, 6 May 2019 07:34 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak turun tajam pada hari Senin, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan lebih dari dua kali lipat tarif atas impor China senilai $ 200 miliar dan Arab Saudi memangkas harga Juni untuk semua nilai minyak mentah ke AS.

Minyak mentah berjangka di New York turun 2,1 persen, setelah naik 0,2 persen pada hari Jumat. Trump meningkatkan tekanan pada China menjelang pembicaraan perdagangan di Washington minggu ini, juga meningkatkan kemungkinan mengenakan tarif 25 persen senilai $ 325 miliar lebih lanjut dari barang-barang China yang saat ini tidak tercakup.

Sementara itu, langkah penetapan harga dunia tampaknya ditujukan untuk meredakan kekhawatiran atas pasokan ke AS, setelah Pemerintahan Trump mengakhiri keringanan untuk pembeli minyak Iran, dengan harga dinaikkan ke sebagian besar wilayah lain.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun $ 1,27 ke level $ 60,67 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:37 pagi waktu Sydney. Minyak WTI untuk bulan Juni naik 13 sen menjadi berakhir pada hari Jumat di level $ 61,94. Itu penutupan pada minggu ini turun 2,2 persen, penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah mengalami tujuh kenaikan beruntun.

Brent untuk penyelesaian Juli turun $ 1,24 pada level $ 69,61 per barel. Brent naik 10 sen pada hari Jumat menjadi berakhir pada level $ 70,85 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.