Minyak Mentah AS Reli Terkait Kekhawatiran Pasokan; Brent Mencapai Level $ 75
Friday, 26 April 2019 03:39 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Ini adalah kasus dua minyak, dan yang bisa lebih baik untuk bullish karena harga minyak mentah AS berjuang setelah lonjakan persediaan sementara minyak mentah Brent terus naik karena tekanan pasokan Arab Saudi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York, minyak mentah acuan AS, menghentikan kenaikannya di wilayah $ 65 per barel sementara Brent yang diperdagangkan di London menghancurkan perbatasan baru di atas $ 75.

WTI menetap lebih rendah 68 sen, atau 1,03%, ke level $ 65,21 per barel. Itu adalah hari kedua penurunan untuk minyak mentah acuan AS, yang sekarang turun 2,1% dari rekornya $ 66,60 pada hari Selasa.

Brent berakhir turun 22 sen, atau 0,3%, ke level $ 74,35. Penurunan datang bahkan ketika Brent di awal sesi telah mencapai enam bulan tertinggi di $ 75,59. Itu adalah berita bahwa Polandia dan Jerman telah menolak minyak mentah dari Rusia karena masalah kualitas, menurut laporan dari Reuters.

Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS sekarang naik 1,8%, sedangkan saingannya di AS masih 3,3% di depan minggu ini. Namun, dari tahun ke tahun, WTI telah naik 43,6%, dan Brent telah naik 38,2%, sebagian besar karena pengurangan produksi oleh Arab Saudi, Rusia dan produsen minyak lainnya dalam kartel OPEC. (knc)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Anggota OPEC+ Akan Mengadakan Pertemuan
Friday, 17 May 2019 18:29 WIB

Minyak Brent menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari lalu karena OPEC dan sekutunya berkumpul pada akhir pekan ini untuk mempertimbangkan kebijakan output dan meningkatnya ketegangan politik di Teluk Persia. Kontrak berjangka telah menambahkan 3,5% di London pada minggu ini....

Minyak Brent Melayang Sekitar $ 72 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Thursday, 16 May 2019 19:47 WIB

Harga minyak naik pada Kamis ini untuk hari ketiga berturut-turut karena kekhawatiran gangguan pasokan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dibayangi lonjakan pada persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen pada level $ 72,12 per barel pada pukul 10:25 GMT, ...

Minyak Turun Karena Laporan Lonjakan Stok AS Meredakan Risiko Pasokan di Teluk
Wednesday, 15 May 2019 20:13 WIB

Minyak turun karena laporan industri menandakan lonjakan stok AS mengurangi kekhawatiran tentang krisis pasokan, bahkan setelah serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi menyoroti kerentanan infrastruktur energi negara itu. Kontrak berjangka di New York turun 1% setelah ditutup naik 1,2% pada hari...

Minyak Naik Karena Arab Saudi Melaporkan Serangan Drone di Stasiun Pompa
Tuesday, 14 May 2019 18:42 WIB

Minyak naik karena Arab Saudi melaporkan serangan pesawat tak berawak di stasiun pompa, peningkatan terbaru pada ketegangan di Timur Tengah setelah tanker terkena sabotase selama akhir pekan. Kontrak berjangka naik 1,2% di New York, membalikkan penurunan pada hari Senin. Drone tak dikenal menyerang...

Harga Minyak Naik Setelah Saudi Mengatakan Kapal Tankernya Diserang
Monday, 13 May 2019 18:11 WIB

Harga minyak naik pada hari Senin setelah Arab Saudi mengatakan dua tanker minyaknya diserang di dekat Selat Hormuz pada akhir pekan. Menteri Perminyakan Saudi Khalid al-Falih mengatakan melalui kantor pers resmi negara itu bahwa ada "kerusakan signifikan" pada kedua kapal tanker itu, ketika kapal-...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Mengakhiri Pekan yang Sulit di Level Rendah (review)
Saturday, 18 May 2019 03:11 WIB Saham-saham Hong Kong merosot pada hari Jumat, melampaui pekan yang panas terik lainnya, karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Indeks Hang Seng turun 1,16 persen, atau 328,61 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.