Minyak Stabil Karena Risiko Politik Berbaur Dengan Kekhawatiran Ekonomi
Thursday, 18 April 2019 18:59 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak stabil di bawah level $ 64 per barel di New York karena ancaman berkelanjutan untuk pasokan dari krisis politik diimbangi oleh indikator yang mengecewakan pada ekonomi global.

Kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 12 sen, membawa kenaikan mereka minggu ini menjadi 0,2 persen. Indeks Manajer Pembelian (PMI), yang mengukur aktivitas sektor swasta di kawasan euro, secara tak terduga turun di bulan April, dan angka pabrik Jerman lebih rendah dari perkiraan. Namun, krisis yang meningkat di negara OPEC Libya mengancam untuk menambah gangguan di Venezuela dan Iran pada saat yang sama ketika anggota lain dengan sengaja menahan produksinya.

Harga minyak telah naik sekitar 40 persen di New York tahun ini karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya memangkas pasokan, yang semakin mendalam oleh krisis anggota OPEC, Venezuela dan Iran, yang keduanya dikenai sanksi Amerika. Tetapi reli telah kehilangan kekuatan di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, yang diperkirakan oleh Dana Moneter Internasional tahun ini akan menjadi yang terlemah dalam satu dekade terakhir.

WTI untuk pengiriman Mei adalah 22 sen lebih tinggi pada level $ 63,98 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:30 siang waktu London. Kontrak turun 29 sen ke level $ 63,76 pada hari Rabu setelah data A.S. menunjukkan kenaikan total stok minyak mentah dan produk olahan. Baik WTI dan Brent tidak akan melakukan perdagangan pada hari Jumat karena liburan Paskah.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni naik 19 sen ke level $ 71,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tergelincir 10 sen menjadi $ 71,62 pada hari Rabu dan berada di jalur untuk kenaikan 0,4 persen untuk minggu ini. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 7,73 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Naik Setelah OPEC + Mengatakan Untuk Menjaga Pengurangan Output
Monday, 20 May 2019 19:35 WIB

Minyak mencapai level multi-minggu tertinggi pada hari Senin setelah OPEC mengindikasikan kemungkinan untuk mempertahankan penurunan produksi yang telah membantu mendorong harga tahun ini, sementara meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan lebih lanjut. Minyak mentah Brent naik 3...

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Anggota OPEC+ Akan Mengadakan Pertemuan
Friday, 17 May 2019 18:29 WIB

Minyak Brent menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari lalu karena OPEC dan sekutunya berkumpul pada akhir pekan ini untuk mempertimbangkan kebijakan output dan meningkatnya ketegangan politik di Teluk Persia. Kontrak berjangka telah menambahkan 3,5% di London pada minggu ini....

Minyak Brent Melayang Sekitar $ 72 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Thursday, 16 May 2019 19:47 WIB

Harga minyak naik pada Kamis ini untuk hari ketiga berturut-turut karena kekhawatiran gangguan pasokan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dibayangi lonjakan pada persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen pada level $ 72,12 per barel pada pukul 10:25 GMT, ...

Minyak Turun Karena Laporan Lonjakan Stok AS Meredakan Risiko Pasokan di Teluk
Wednesday, 15 May 2019 20:13 WIB

Minyak turun karena laporan industri menandakan lonjakan stok AS mengurangi kekhawatiran tentang krisis pasokan, bahkan setelah serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi menyoroti kerentanan infrastruktur energi negara itu. Kontrak berjangka di New York turun 1% setelah ditutup naik 1,2% pada hari...

Minyak Naik Karena Arab Saudi Melaporkan Serangan Drone di Stasiun Pompa
Tuesday, 14 May 2019 18:42 WIB

Minyak naik karena Arab Saudi melaporkan serangan pesawat tak berawak di stasiun pompa, peningkatan terbaru pada ketegangan di Timur Tengah setelah tanker terkena sabotase selama akhir pekan. Kontrak berjangka naik 1,2% di New York, membalikkan penurunan pada hari Senin. Drone tak dikenal menyerang...

ANOTHER NEWS
Dolar dekati tertinggi tiga setengah pekan, ditopang oleh imbal hasil AS
Wednesday, 22 May 2019 08:23 WIB Dolar melayang di dekat level tertinggi empat pekan pada Rabu, didukung oleh kenaikan imbal hasil AS setelah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan perdagangan pada produsen peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies. Terhadap sekumpulan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.