Harga Minyak Naik Kembali Ke 5 Bulan Tertinggi Terkait OPEC Mengungkap Penurunan Maret
Wednesday, 10 April 2019 19:59 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Harga minyak berjangka menguat pada Rabu pagi, cenderung kembali mendekati penutupan tertinggi lima bulan yang dicapai awal pekan ini, karena investor mengamati laporan OPEC bulanan yang menunjukkan penurunan produksi Maret yang signifikan oleh kartel dan sekutunya.

Produksi minyak OPEC turun secara signifikan pada bulan Maret didukung oleh pembatasan produksi dan pemberhentian yang dipimpin Arab Saudi di Venezuela sebagai hasil dari kerusuhan politik dan ekonomi. Dalam laporan pasar minyak bulanan yang diawasi ketat, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengatakan output minyak mentahnya turun 534.000 barel per hari pada bulan-ke-bulan, rata-rata 30,02 juta barel per hari di bulan Maret, menurut sumber sekunder pada pertemuan tersebut, Wall Street Journal melaporkan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei di New York Mercantile Exchange naik 35 sen, atau 0,6%, ke level $ 64,33 per barel. Harga sedang mencoba untuk hari ketujuh yang lebih tinggi dalam delapan hari terakhir setelah kontrak menandai penyelesaian terkuat sejak 31 Oktober pada hari Senin, menurut Dow Jones Market Data.

Juni, Brent naik 22 sen, atau 0,3%, ke level $ 70,83 per barel di ICE Futures Europe. Penyelesaian kontrak di level $ 71,10 pada hari Senin adalah yang tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak 7 November. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Minyak Naik Setelah OPEC + Mengatakan Untuk Menjaga Pengurangan Output
Monday, 20 May 2019 19:35 WIB

Minyak mencapai level multi-minggu tertinggi pada hari Senin setelah OPEC mengindikasikan kemungkinan untuk mempertahankan penurunan produksi yang telah membantu mendorong harga tahun ini, sementara meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan lebih lanjut. Minyak mentah Brent naik 3...

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Anggota OPEC+ Akan Mengadakan Pertemuan
Friday, 17 May 2019 18:29 WIB

Minyak Brent menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari lalu karena OPEC dan sekutunya berkumpul pada akhir pekan ini untuk mempertimbangkan kebijakan output dan meningkatnya ketegangan politik di Teluk Persia. Kontrak berjangka telah menambahkan 3,5% di London pada minggu ini....

Minyak Brent Melayang Sekitar $ 72 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Thursday, 16 May 2019 19:47 WIB

Harga minyak naik pada Kamis ini untuk hari ketiga berturut-turut karena kekhawatiran gangguan pasokan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dibayangi lonjakan pada persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen pada level $ 72,12 per barel pada pukul 10:25 GMT, ...

Minyak Turun Karena Laporan Lonjakan Stok AS Meredakan Risiko Pasokan di Teluk
Wednesday, 15 May 2019 20:13 WIB

Minyak turun karena laporan industri menandakan lonjakan stok AS mengurangi kekhawatiran tentang krisis pasokan, bahkan setelah serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi menyoroti kerentanan infrastruktur energi negara itu. Kontrak berjangka di New York turun 1% setelah ditutup naik 1,2% pada hari...

Minyak Naik Karena Arab Saudi Melaporkan Serangan Drone di Stasiun Pompa
Tuesday, 14 May 2019 18:42 WIB

Minyak naik karena Arab Saudi melaporkan serangan pesawat tak berawak di stasiun pompa, peningkatan terbaru pada ketegangan di Timur Tengah setelah tanker terkena sabotase selama akhir pekan. Kontrak berjangka naik 1,2% di New York, membalikkan penurunan pada hari Senin. Drone tak dikenal menyerang...

ANOTHER NEWS
Indeks Berjangka AS Turun Seiring Berlanjutnya Perselisihan Dagang AS-China
Thursday, 23 May 2019 16:09 WIB Indeks Saham berjangka AS turun tajam pada hari Kamis, di tengah kekhawatiran investor bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China bisa menjadi jauh lebih buruk bahkan sebelum semuanya membaik. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.