Minyak Bertahan Di Level 4 Bulan Tertinggi Diatas $ 70 Karena Krisis di Libya Berlanjut
Monday, 8 April 2019 18:18 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak menahan kenaikan setelah menguat ke level tertingginya dalam lebih dari empat bulan terakhir di London karena ketegangan yang sedang berlangsung di Libya menambah kekhawatiran atas pasokan.

Brent berjangka bertambah sebanyak 0,7 persen, mendekati level $ 71 per barel. Pemerintah Libya yang diakui secara internasional berjanji untuk melakukan serangan balik terhadap pasukan yang setia kepada orang kuat Khalifa Haftar yang berusaha memasuki ibu kota Tripoli. Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih juga mengatakan dalam sebuah wawancara TV Bloomberg bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, yang memangkas produksi, tetap fokus pada penurunan inventaris.

Harga minyak mentah terus naik setelah menyentuh kuartal terkuat mereka dalam hampir satu dekade ketika OPEC dan sekutunya mengurangi output sementara krisis ekonomi dan politik menekan pasokan dari negara-negara anggota Venezuela dan Iran. Meningkatnya konflik di Libya, yang memompa 1,1 juta barel minyak mentah per hari bulan lalu, berisiko menciptakan kekurangan pasokan.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni naik sebanyak 0,7 persen ke level $ 70,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, tertinggi sejak 12 November. Kontrak tersebut bertambah 1,4 persen menjadi $ 70,34 pada hari Jumat, mengambil kenaikan mingguan menjadi 2,9 persen. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 7,28 untuk WTI pada bulan yang sama.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei naik 35 sen, atau 0,6 persen ke level $ 63,43 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:48 siang di London. Harga naik 1,6 persen menjadi menetap di level $ 63,08 pada hari Jumat, level penutupan tertinggi sejak 5 November. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Naik Karena Stok Bahan Bakar di AS Mengalami Kemerosotan
Friday, 18 October 2019 03:45 WIB

Harga minyak naik pada hari Kamis karena para pedagang melihat lebih dari meningkatnya penurunan lebih luas dalam persediaan minyak mentah mingguan AS untuk fokus pada anjloknya stok bahan bakar karena musim pemeliharaan untuk kilang menyebabkan defisit yang tidak biasa dalam produk minyak. Minyak ...

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Di Pasar Yang Berayun
Thursday, 17 October 2019 03:39 WIB

Turun dari satu hari dan selanjutnya, pola berayun di pasar minyak berlanjut pada hari Rabu, dengan pasar bergerak ke setiap berita utama yang jauh lebih penting karena tidak adanya perkembangan substantif pada pembicaraan antara AS-China dan pengurangan produksi OPEC. Minyak mentah West Texas Inte...

Minyak Turun Karena Investor Fokus pada Prospek Ekonomi Yang Suram
Wednesday, 16 October 2019 03:40 WIB

Minyak mentah turun untuk hari kedua di tengah prospek pertumbuhan global yang melemah dan pasokan minyak mentah yang melimpah di ekonomi terbesar dunia. Kontrak berjangka turun 1,5% di New York pada hari Selasa. Harapan untuk penyelesaian masalah utama dalam sengketa perdagangan antara AS-China me...

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Seiring Berlangsungnya Pembicaraan Perdagangan AS-China
Thursday, 10 October 2019 19:32 WIB

Minyak berjangka naik tipis dalam aksi harga yang berayun pada hari Kamis karena para pedagang berusaha memahami laporan berita yang saling bertentangan seputar pembicaraan perdagangan AS dan China dan menguraikan penilaian bulanan OPEC mengenai penawaran dan permintaan global. Minyak mentah West T...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan
Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang. Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai berakhir dengan penurunan (Review)
Saturday, 19 October 2019 03:59 WIB Saham Hong Kong dan Shanghai merosot pada Jumat ini setelah data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat selama hampir 30 tahun. Indeks Hang Seng turun 0,48 persen, atau 128,91 poin, menjadi 26.719,58. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.