Minyak Naik untuk Hari Keempat Karena Reli Risiko Mengimbangi Lonjakan Persediaan
Wednesday, 3 April 2019 13:41 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak naik untuk hari keempat, dengan acuan global, minyak mentah Brent pada rekornya mencapai level $ 70 per barel untuk pertama kalinya sejak November, di tengah optimisme terhadap ekonomi global dan karena pembatasan OPEC mengimbangi tanda-tanda meningkatnya stok AS.

Kontrak berjangka di London bertambah sebanyak 0,7 persen setelah naik 2,3 persen selama tiga sesi sebelumnya. Minyak mentah sedang terhenti oleh rally di aset risiko global terkait spekulasi AS dan China lebih dekat dengan kesepakatan yang akan menyelesaikan ketegangan perdagangan antara ekonomi terbesar di dunia tersebut. Sementara itu, penurunan produksi oleh produsen termasuk Arab Saudi membantu melawan laporan bahwa stok minyak mentah Amerika naik pada minggu lalu.

Kontrak untuk minyak Brent telah meningkat sekitar 30 persen selama tahun ini di belakang dari penurunan produksi yang agresif oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang telah didukung oleh sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela. Terobosan dalam negosiasi perdagangan AS-China akan mendukung prospek permintaan global yang sedang goyah.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni naik 36 sen ke level $ 69,73 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada pukul 1:05 siang di Singapura setelah menyentuh level $ 69,87 sebelumnya. Premium minyak mentah acuan global atas West Texas Intermediate (WTI) meluas menjadi $ 6,86 per barel untuk bulan yang sama.

WTI untuk pengiriman bulan Mei naik 24 sen, atau 0,4 persen, ke level $ 62,82 per barel di New York Mercantile Exchange setelah menguat sebanyak 32 sen sebelumnya. Minyak WTI menguat 5,5 persen selama tiga sesi sebelumnya. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.