Minyak AS Kembali Diatas $ 60 per barel, Mencatatkan Kuartal Terkuat Dalam 1 Dekade
Saturday, 30 March 2019 03:15 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak membukukan kenaikan kuat pada hari Jumat, mengguncang penurunan pada sesi sebelumnya yang dikaitkan dengan permintaan tweet kepada OPEC untuk harga yang lebih rendah oleh Presiden Donald Trump, karena minyak mentah mencatat kenaikan persentase kuartalan terkuat dalam hampir satu dekade.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei di New York Mercantile Exchange naik 84 sen, atau 1,4%, berakhir pada level $ 60,14 per barel - penutupan tertinggi sejak 9 November. Minyak mentah mempertahankan kenaikan setelah data mingguan dari perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak AS turun dalam delapan minggu terakhir. Benchmark AS menguat 32,4% selama tiga bulan pertama di tahun 2019, kenaikan kuartalan terkuat sejak kuartal kedua 2009.

Benchmark global, minyak mentah Brent, juga lebih tinggi, dengan kontrak Juni yang paling aktif naik 48 sen, atau 0,7%, ke level $ 67,58 per barel di ICE Europe exchange. Brent melihat kenaikan triwulanan sekitar 25%, juga yang terkuat sejak 2009. Kontrak untuk bulan Mei yang berakhir pada penutupan hari Jumat, naik 57 sen, atau 0,8%, berakhir pada level $ 68,39 per barel. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Harga Minyak Turun Setelah Laporan API Menunjukkan Lonjakan Pada Stok AS
Wednesday, 11 December 2019 20:23 WIB

Minyak berjangka turun lebih awal setelah laporan persediaan AS pada Selasa malam menunjukkan kenaikan mingguan yang lebih besar dari yang diperkirakan dan seiring para investor mengawasi pembaruan kebijakan dari Federal Reserve, yang dapat memberikan panduan pada kesehatan ekonomi domestik, faktor ...

Minyak Stabil di Dekat 12-Minggu Tertinggi Ditengah Menyusutnya Stok, Kekhawatiran Perdagangan
Tuesday, 10 December 2019 19:34 WIB

Minyak stabil di dekat level 12-minggu tertinggi di New York, didukung oleh tanda-tanda menyusutnya persediaan minyak mentah AS yang belum ditutup oleh berlanjutnya alasan dalam perang perdagangan antara AS-China. Minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka sedikit berubah, setelah sempat melonj...

Harga Minyak Turun Seiring Lemahnya Ekspor China Menyoroti Dampak Perang Dagang
Monday, 9 December 2019 18:36 WIB

Harga minyak turun pada hari Senin setelah data yang menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, memicu kekhawatiran melalui pasar yang sudah gelisah tentang penurunan yang terjadi pada permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan Beijing. Brent berjangka tu...

Harga Minyak Turun Meskipun OPEC+ Memangkas Pasokannya
Friday, 6 December 2019 13:26 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat di Asia bahkan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sepakat untuk meningkatkan pengurangan produksi hampir 50% pada awal tahun 2020. Minyak mentah AS WTI berjangka diperdagangkan 0,3% lebih rendah ke level $ 58,27 pada pukul 12:29 siang...

Harga Minyak Berayun Setelah OPEC+ Gagal Menurunkan Target Output Baru
Friday, 6 December 2019 07:57 WIB

Minyak berada di dekat level $ 58 per barel karena koalisi OPEC+ gagal untuk menjabarkan rincian perjanjian untuk menyesuaikan target produksi resminya bahkan setelah enam jam perundingan di Wina. Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah berputar sepanjang sesi sebelumnya. Sementara Or...

ANOTHER NEWS
Fase Pertama Kesepakatan Perdagangan AS-China Diumumkan
Monday, 16 December 2019 09:09 WIB Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan memberi keuntungan para petani Amerika sehingga mereka "harus membeli traktor yang jauh lebih besar," kata Presiden Donald Trump. Kedua negara itu mengumumkan kesepakatan dagang baru itu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.