Minyak Turun Karena Kekhawatiran Ekonomi, Tertahan di Kisaran Tertipis Sejak 2017
Friday, 8 March 2019 18:49 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak turun karena prospek ekonomi global yang melemah dan meningkatnya stok minyak mentah di AS mengisyaratkan bahwa pasar akan tetap dipasok dengan nyaman.

Kontrak berjangka di New York turun 1,7 persen. Minggu ini mereka berada di kisaran tersempit sejak Desember 2017 karena para pedagang menyeimbangkan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar dan pertumbuhan ekonomi dengan pemangkasan pasokan agresif pada OPEC. Persediaan minyak mentah AS melonjak jauh lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu, menurut data pemerintah.

Harga minyak mentah tahun ini naik lebih dari 25 persen hingga pertengahan Februari karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitra-mitranya mengekang produksi, dan sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela juga memperketat pasokan. Namun sejak saat itu reli terhenti. Bank Sentral Eropa memangkas perkiraan ekonomi, China mengurangi tujuannya untuk ekspansi dan OECD menurunkan proyeksi globalnya. Perang perdagangan AS-Tiongkok menambah ketidakpastian.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun sebanyak $ 1 ke level $ 55,66 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 55,70 pada pukul 10:33 pagi di London. Harga turun 0,2 persen pada minggu ini.

Brent untuk penyelesaian bulan Mei merosot $ 1,21, atau 1,8 persen, ke level $ 65,09 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Premium minyak mentah acuan global atas WTI untuk bulan yang sama menyempit menjadi $ 9,04 per barel. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Sedikit Berubah Menjelang Data Inventaris A.S.; Kekhawatiran China, Iran Bertahan
Tuesday, 13 August 2019 03:27 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada hari Senin karena ketidakpastian apakah persediaan minyak mentah AS turun atau naik pada pekan lalu. Pasar dibuka untuk minggu tegang lagi di tengah kekhawatiran bahwa China mungkin akhirnya membeli minyak Iran, meningkatkan perang dagangnya dengan Amerika Serikat. ...

Minyak Naik Untuk Hari Kedua Karena Ketakutan Pasokan Saudi; Kerugian Mingguan Bertahan
Saturday, 10 August 2019 03:42 WIB

Peringatan Arab Saudi bahwa mereka tidak akan mentolerir penurunan harga minyak lainnya telah mempengaruhi pasar lebih dari yang diharapkan, dengan harga minyak mentah rebound untuk hari kedua berturut-turut pada hari Jumat, bahkan setelah Badan Energi Internasional yang bermarkas di Paris memangkas...

Minyak Naik Karena Data China, Yuan Tetapi Rencana Pemulihan Saudi Diragukan
Friday, 9 August 2019 03:43 WIB

Minyak melakukan rebound bermakna pertamanya dalam empat hari terakhir pada hari Kamis, naik dari posisi terendah tujuh bulan di tengah data China yang optimis dan apresiasi terhadap mata uang yuan yang menenangkan beberapa kekhawatiran atas perang dagang Beijing dengan pemerintahan Trump. Harga mi...

Minyak Anjlok Hampir 5% Karena Meningkatnya Stok Ditambah Kekhawatiran China
Thursday, 8 August 2019 03:44 WIB

Berita yang semakin buruk untuk minyak dengan persediaan pertama untuk minyak mentah AS dalam delapan minggu, sementara patokan global Brent menyelinap lebih dalam ke wilayah pasar bearish. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York ditutup lebih rendah $ 2,54, atau...

Minyak Turun, Bahkan Saat Trump Memperketat Sanksi Terhadap Venezuela
Wednesday, 7 August 2019 03:41 WIB

Venezuela, nama yang hampir dilupakan dalam sanksi AS kembali ke permukaan pasar minyak pada hari Selasa ketika pemerintahan Trump menggerakkan tindakan terhadap negara Amerika Selatan dalam sebuah langkah yang hanya secara singkat mengangkat harga minyak mentah. Minyak mentah West Texas Intermedia...

ANOTHER NEWS
Wall Street Berakhir Dengan Kenaikan Tajam Pada Optimisme Stimulus Jerman
Saturday, 17 August 2019 03:34 WIB Saham AS rebound pada hari Jumat karena reli obligasi yang surut dan berita tentang potensi stimulus ekonomi Jerman membawa pembeli kembali ke pasar ekuitas, menutup buku pada minggu yang penuh gejolak. Sementara ketiga rata-rata saham utama AS...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.