Minyak Turun Terkait Kekhawatiran Pertumbuhan China Sementara Pasokan Libya Pulih
Tuesday, 5 March 2019 19:30 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak turun terkait dengan China yang menurunkan target untuk pertumbuhan ekonomi, menambah kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar di ekonomi terbesar kedua dunia, sementara anggota OPEC Libya memulai kembali ladang minyak terbesarnya.

Kontrak berjangka di New York turun 0,4 persen, memangkas kenaikan 1,4 persen pada hari Senin. China memangkas target untuk produk domestik bruto (PDB) pada 2019 menjadi kisaran 6 hingga 6,5 ‹‹persen, menurut laporan tahunan oleh perdana menteri negara tersebut. Ladang minyak Sharara di Libya melanjutkan pemompaan menyusul penutupan yang tidak direncanakan pada bulan Desember, mempersulit upaya oleh anggota lain dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mencegah surplus global.

Harga minyak telah rally sekitar 24 persen tahun ini karena OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, menahan produksi untuk mencegah kelebihan pasokan. Tetapi lonjakan telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang permintaan minyak, karena ekonomi global terlihat semakin rapuh dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di China diperburuk oleh perselisihan perdagangan yang berkepanjangan dengan AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun 25 sen ke level $ 56,34 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:52 pagi waktu London. Itu naik 79 sen pada hari Senin karena AS dan China dikatakan dekat penyelesaian perselisihan perdagangan mereka.

Brent untuk penyelesaian bulan Mei diperdagangkan turun 37 sen pada level $ 65,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Premium minyak mentah acuan global atas WTI untuk bulan yang sama menyempit menjadi $ 8,57 per barel. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.