Minyak Mendekati 3 Bulan Tertinggi Karena Pemangkasan di Saudi, Merosotnya Stok AS
Friday, 1 March 2019 07:58 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak naik untuk hari keempat setelah Arab Saudi membantah permintaan Presiden Donald Trump untuk harga yang lebih rendah, dan penurunan persediaan minyak mentah AS dan impor mengisyaratkan pasokan semakin ketat.

Kontrak berjangka di New York diperdagangkan mendekati level tiga bulan tertinggi dan bersiap untuk menambah kenaikan mingguan kecil. Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan minggu ini OPEC dan sekutu-sekutunya dapat melanjutkan pengurangan produksi bahkan setelah Trump meminta kelompok itu untuk "bersantai dan santai saja." Penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS, dengan impor jatuh ke level terendahnya dalam 23 tahun terakhir, hal itu juga mendukung harga.

Nigeria menerapkan bagiannya dari kesepakatan produksi OPEC + pada bulan Februari, Menteri Negara untuk Minyak Emmanuel Ibe Kachikwu mengatakan dalam sebuah wawancara

Angola akan mengirimkan minyak mentah paling sedikit dalam setidaknya 11 tahun pada bulan April, menunjukkan masalah struktural yang menimpa produksi negara semakin menekan sumber pendapatan ekspor terbesarnya.

Sekretaris Energi Rick Perry memperingatkan bahwa undang-undang AS untuk mengekang kekuasaan OPEC atas pasar minyak dapat memiliki efek yang tidak diinginkan dalam menaikkan harga energi.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman April naik sebanyak 12c ke level $ 57,34 / bbl di Nymex, pada jam 9:33 pagi di Tokyo. Kontrak menguat 28c ke level $ 57,22 pada hari Kamis.

Minyak Brent untuk pengiriman bulan Mei turun 27c ke level $ 66,31 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Kamis. Kontrak April, yang berakhir hari Kamis, merosot 36c menjadi $ 66,03. Sesi Brent berakhir di $ 8,81 premium untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Turun Setelah Laporan API Menunjukkan Lonjakan Pada Stok AS
Wednesday, 11 December 2019 20:23 WIB

Minyak berjangka turun lebih awal setelah laporan persediaan AS pada Selasa malam menunjukkan kenaikan mingguan yang lebih besar dari yang diperkirakan dan seiring para investor mengawasi pembaruan kebijakan dari Federal Reserve, yang dapat memberikan panduan pada kesehatan ekonomi domestik, faktor ...

Minyak Stabil di Dekat 12-Minggu Tertinggi Ditengah Menyusutnya Stok, Kekhawatiran Perdagangan
Tuesday, 10 December 2019 19:34 WIB

Minyak stabil di dekat level 12-minggu tertinggi di New York, didukung oleh tanda-tanda menyusutnya persediaan minyak mentah AS yang belum ditutup oleh berlanjutnya alasan dalam perang perdagangan antara AS-China. Minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka sedikit berubah, setelah sempat melonj...

Harga Minyak Turun Seiring Lemahnya Ekspor China Menyoroti Dampak Perang Dagang
Monday, 9 December 2019 18:36 WIB

Harga minyak turun pada hari Senin setelah data yang menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, memicu kekhawatiran melalui pasar yang sudah gelisah tentang penurunan yang terjadi pada permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan Beijing. Brent berjangka tu...

Harga Minyak Turun Meskipun OPEC+ Memangkas Pasokannya
Friday, 6 December 2019 13:26 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat di Asia bahkan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sepakat untuk meningkatkan pengurangan produksi hampir 50% pada awal tahun 2020. Minyak mentah AS WTI berjangka diperdagangkan 0,3% lebih rendah ke level $ 58,27 pada pukul 12:29 siang...

Harga Minyak Berayun Setelah OPEC+ Gagal Menurunkan Target Output Baru
Friday, 6 December 2019 07:57 WIB

Minyak berada di dekat level $ 58 per barel karena koalisi OPEC+ gagal untuk menjabarkan rincian perjanjian untuk menyesuaikan target produksi resminya bahkan setelah enam jam perundingan di Wina. Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah berputar sepanjang sesi sebelumnya. Sementara Or...

ANOTHER NEWS
Saham Jepang jatuh karena aksi profit-taking pasca kesepakatan perdagangan AS-China
Monday, 16 December 2019 10:06 WIB Saham Jepang jatuh pada Senin ini, tergelincir dari level tertinggi selama lebih dari satu tahun di sesi sebelumnya, karena investor membukukan keuntungan menyusul reli awal yang dipicu oleh kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.