Minyak Bertahan Didekat 3 Bulan Tertinggi Karena AS Memperpanjang Perang Tarif dengan China
Monday, 25 February 2019 13:11 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak mempertahankan kenaikannya di atas $ 57 per barel karena langkah AS untuk memperpanjang perang perdagangan dengan China meningkatkan harapan bahwa dua ekonomi terbesar dunia akan segera menyelesaikan perbedaan mereka.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah naik 0,5 persen ke level tiga bulan tertinggi pada hari Jumat. Presiden Donald Trump mengatakan dalam tweetnya  akan menunda kenaikan tarif impor Tiongkok yang ditetapkan pada  1 Maret setelah "kemajuan besar" dalam negosiasi. Sementara itu, pengebor di Amerika mengurangi jumlah rig minyak yang bekerja untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir.

Harga minyak telah menguat sekitar 26 persen selama tahun ini karena produksi tertekan oleh OPEC dan sekutunya untuk meredakan kekhawatiran atas kelebihan pasokan. Harga ditetapkan untuk reli lebih lanjut karena pengurangan produksi dan sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela telah menyebabkan kekurangan penyuling minyak mentah yang bergantung, kata Russell Hardy, kepala eksekutif Vitol Group, pedagang energi terbesar di dunia. Namun, aliran serpihan A.S. mengancam untuk membatasi kenaikan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun 15 sen ke level $ 57,11 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:41 siang di Tokyo. Kontrak bertambah 30 sen menjadi $ 57,26 pada hari Jumat, penutupan tertinggi sejak 12 November.

Brent untuk penyelesaian bulan April turun 23 sen menjadi $ 66,89 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik 5 sen ke level $ 67,12 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 9,78 untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Stabil Setelah Reli 7-Hari pada Outlook Pasokan dan Harapan Stimulus
Thursday, 20 February 2020 19:40 WIB

Minyak stabil di London setelah mengalami reli terpanjang dalam setahun terakhir pada tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat, dan berharap bahwa stimulus ekonomi China akan meredam permintaan bahan bakar dari dampak virus corona. Brent diperdagangkan mendekati level $ 59 per barel setelah memp...

Minyak Mencapai Dua Minggu Tertinggi pada Harapan Stimulus China, Risiko Pasokan
Wednesday, 19 February 2020 18:49 WIB

Minyak naik ke level dua minggu tertinggi di tengah harapan bahwa stimulus ekonomi dari China dapat menghidupkan kembali permintaan yang tertekan oleh virus korona, dan ketika sejumlah negara OPEC menghadapi ancaman terhadap produksi mereka. Brent berjangka meningkat untuk hari ketujuh, kenaikan te...

Minyak Stabil Terkait Negara-Negara Asia Berusaha Mengimbangi Serangan Virus ke Ekonomi
Monday, 17 February 2020 19:09 WIB

Minyak stabil mendekati level $ 57 per barel di London karena China dan negara-negara Asia lainnya menjanjikan stimulus ekonomi untuk mengimbangi dampak dari virus corona, mendukung prospek permintaan bahan bakar. Harga pulih lebih dari 5% minggu lalu, kenaikan terbesar sejak September, karena bebe...

Harga Minyak Stabil Di Tengah Kemungkinan Pemotongan Pasokan Yang Lebih Dalam
Friday, 14 February 2020 12:59 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat di Asia di tengah kemungkinan pemotongan pasokan yang lebih dalam dari produsen utama. Minyak Mentah AS WTI Berjangka naik tipis 0,1% ke level $ 51,48 pada pukul 12:30 ET (04:30 GMT). Minyak International Brent Berjangka sedikit berubah pada level $ 56,35. Organ...

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Meredanya Kekhawatiran Akan Virus Korona
Friday, 14 February 2020 07:28 WIB

Minyak berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan pertamanya sejak awal Januari lalu di tengah optimisme bahwa wabah virus korona bisa mereda. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, setelah naik 0,5% pada hari Kamis. Mereka naik lebih dari 2% selama seminggu, di jalur untuk menembus...

ANOTHER NEWS
Saham-Saham di Hong Kong Dibuka Dengan Kenaikan (Review)
Friday, 21 February 2020 03:39 WIB Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Kamis karena investor mengambil isyarat dari Wall Street di mana harapan bahwa irus Korona baru hanya akan memiliki dampak jangka pendek pada ekonomi global mendukung pasar. Indeks Hang Seng naik 0,4...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.