Minyak Pertahankan Kenaikannya Di Atas $ 57 Seiring AS Perpanjang Perang Tarif Terhadap China
Monday, 25 February 2019 07:43 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak mempertahankan kenaikannya di atas level $ 57 per barel karena AS memperpanjang tenggat waktu untuk kenaikan tarif yang direncanakan pada impor China dalam tanda-tanda kemajuan terbaru antara kedua negara selama negosiasi perdagangan.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah naik 0,5 persen pada hari Jumat. Presiden Donald Trump mengatakan dalam tweet dia akan menunda kenaikan tarif, yang ditetapkan pada 1 Maret, setelah "kemajuan besar" dalam pembicaraan perdagangan. Sementara itu, rig minyak yang bekerja di AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir.

Dana lindung nilai bertaruh pada kenaikan harga minyak mentah Brent selama tujuh minggu berturut-turut, rangkaian penambahan terlama sejak Agustus 2017.

Rig minyak yang bekerja di AS turun empat angka menjadi 853 pada minggu lalu, menurut data yang dirilis pada Jumat lalu oleh penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes.

Vitol Group. mengatakan harga minyak akan naik lebih lanjut karena pengurangan produksi OPEC dan sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela menyebabkan "kekurangan" dari pengilangan minyak mentah berkualitas rendah yang diandalkan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada level $ 57,31 / bbl di Nymex, +5c, pada jam 8:35 pagi di Tokyo. Kontrak menguat 30c ke level $ 57,26 pada hari Jumat.

Brent untuk pengiriman bulan April naik 12c menjadi $ 67,24 / bbl di ICE Futures Europe exchange. Kontrak menguat 5c ke level $ 67,12 pada hari Jumat. Brent pada $ 9,91 premi untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.