Harga Minyak Berakhir Lebih Tinggi Karena Pasokan Domestik Naik Kurang Dari Yang Diharapkan
Thursday, 7 February 2019 04:05 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Rabu setelah data mingguan pemerintah A.S. mengungkapkan peningkatan dalam pasokan minyak mentah dan bensin dalam negeri yang lebih kecil dari perkiraan, tetapi kekhawatiran seputar potensi perlambatan permintaan energi global membatasi kenaikan harga.

Minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman bulan Maret naik 35 sen, atau 0,7%, untuk menetap di level $ 54,01 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga, yang ditutup pada level terendah satu minggu pada hari Selasa, diperdagangkan pada level $ 53,20 sebelum rilis data pasokan.

Benchmark internasional Brent untuk pengiriman bulan April menambahkan 71 sen, atau 1,2%, ke level $ 62,69 per barel di ICE Futures Europe, setelah menyentuh level terendahnya $ 61,05.

Administrasi Informasi Energi melaporkan pada hari Rabu bahwa pasokan minyak mentah domestik meningkat 1,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 1 Februari. Itu lebih kecil dari kenaikan 3,7 juta barel yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh S&P Global Platts. Data American Petroleum Institute pada hari Selasa menunjukkan kenaikan 2,5 juta barel. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Harga Minyak Turun Setelah Laporan API Menunjukkan Lonjakan Pada Stok AS
Wednesday, 11 December 2019 20:23 WIB

Minyak berjangka turun lebih awal setelah laporan persediaan AS pada Selasa malam menunjukkan kenaikan mingguan yang lebih besar dari yang diperkirakan dan seiring para investor mengawasi pembaruan kebijakan dari Federal Reserve, yang dapat memberikan panduan pada kesehatan ekonomi domestik, faktor ...

Minyak Stabil di Dekat 12-Minggu Tertinggi Ditengah Menyusutnya Stok, Kekhawatiran Perdagangan
Tuesday, 10 December 2019 19:34 WIB

Minyak stabil di dekat level 12-minggu tertinggi di New York, didukung oleh tanda-tanda menyusutnya persediaan minyak mentah AS yang belum ditutup oleh berlanjutnya alasan dalam perang perdagangan antara AS-China. Minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka sedikit berubah, setelah sempat melonj...

Harga Minyak Turun Seiring Lemahnya Ekspor China Menyoroti Dampak Perang Dagang
Monday, 9 December 2019 18:36 WIB

Harga minyak turun pada hari Senin setelah data yang menunjukkan ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut, memicu kekhawatiran melalui pasar yang sudah gelisah tentang penurunan yang terjadi pada permintaan global oleh perang perdagangan antara Washington dan Beijing. Brent berjangka tu...

Harga Minyak Turun Meskipun OPEC+ Memangkas Pasokannya
Friday, 6 December 2019 13:26 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat di Asia bahkan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sepakat untuk meningkatkan pengurangan produksi hampir 50% pada awal tahun 2020. Minyak mentah AS WTI berjangka diperdagangkan 0,3% lebih rendah ke level $ 58,27 pada pukul 12:29 siang...

Harga Minyak Berayun Setelah OPEC+ Gagal Menurunkan Target Output Baru
Friday, 6 December 2019 07:57 WIB

Minyak berada di dekat level $ 58 per barel karena koalisi OPEC+ gagal untuk menjabarkan rincian perjanjian untuk menyesuaikan target produksi resminya bahkan setelah enam jam perundingan di Wina. Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah berputar sepanjang sesi sebelumnya. Sementara Or...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo Dibuka Menguat Karena Fed AS Menjaga Suku Bunga Tidak Berubah
Thursday, 12 December 2019 07:30 WIB Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, dengan harapan bahwa suku bunga rendah akan dipertahankan untuk sementara waktu. Indeks acuan Nikkei 225...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.