Minyak Pangkas Rally 3 Harinya Saat Rig AS Melonjak Untuk Pertama Kalinya di 2019
Monday, 28 January 2019 19:41 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak turun di bawah level $ 53 per barel karena jumlah rig Amerika naik untuk pertama kalinya pada tahun ini, menandakan peningkatan lebih lanjut dalam produksi minyak mentah negara itu yang sedang berkembang.

Kontrak berjangka di New York turun sebanyak 2,2 persen setelah naik 2,1 persen selama tiga sesi sebelumnya. Jumlah rig yang menargetkan minyak naik 10 menjadi 862 pada minggu lalu, menurut laporan dari Baker Hughes, karena kenaikan harga minyak mentah mendukung optimisme. Di anggota OPEC Venezuela, Presiden Nicolas Maduro meninggalkan keputusannya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan AS, ketika ia dan pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido keduanya mencari dukungan dari angkatan bersenjata negara itu.

Harga minyak telah melonjak 16 persen pada tahun ini karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya mulai memangkas produksi untuk mengurangi kekhawatiran atas kelebihan pasokan. Namun demikian, rekor produksi Amerika, meningkatnya stok dan perang perdagangan AS-Tiongkok yang berkelanjutan telah membatasi kenaikan. Pembicaraan antara dua ekonomi terbesar dunia pada akhir pekan ini dapat menjadi katalis bagi minyak mentah untuk menembus kisaran perdagangan sempit baru-baru ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Maret turun sebanyak $ 1,19 di New York Mercantile Exchange, dan turun 99 sen ke level $ 52,70 per barel pada pukul 10:48 pagi waktu London. Kontrak naik 56 sen menjadi $ 53,69 pada hari Jumat.

Brent untuk penyelesaian bulan Maret turun $ 1,06 menjadi $ 60,58 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan pada level $ 7,87 premium untuk minyak WTI. Minyak mentah acuan global bertambah 55 sen menjadi $ 61,64 pada hari Jumat. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.