Minyak Naik untuk Hari Ketiga Terkait Krisis di Venezuela
Friday, 25 January 2019 14:03 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak naik untuk hari ketiga terkait krisis yang semakin dalam di Venezuela yang mengancam akan menyulitkan tugas OPEC menyeimbangkan pasokan minyak dunia yang berlebihan seiring lonjakan secara mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS.

Kontrak berjangka di New York memperpanjang kenaikan pada hari Jumat, menghapus kerugian mingguan. Pengakuan Presiden AS Donald Trump tentang oposisi Venezuela sebagai pemerintahan yang sesungguhnya dan ancaman sanksi terhadap ekspor minyak negara Amerika Latin telah memberikan tekanan besar bagi Presiden Nicolas Maduro. Persediaan minyak mentah AS mengalami lonjakan terbesarnya sejak November pada pekan lalu dan stok bensin naik ke rekor tertinggi, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi pada hari Kamis.

Produksi Venezuela mungkin akan turun 300.000 menjadi 500.000 barel per hari pada tahun ini, tetapi sanksi dapat memperluas pemadaman beberapa ratus ribu barel, ahli strategi RBC Capital Markets Helima Croft dan Michael Tran menulis dalam sebuah catatan. "Jalan kembali ke Venezuela akan sangat sulit mengingat kedalaman krisis ekonomi dan kemanusiaan."

Minyak mentah telah rally 19 persen sejauh ini pada bulan Januari, ditetapkan untuk bulan terbaiknya sejak April 2016, ketika Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya memulai pengurangan produksi baru. Tetapi mengelola krisis Venezuela bisa menjadi sulit bagi kelompok itu jika Washington memilih untuk menjatuhkan sanksi yang lebih luas, yang dapat menyebabkan pasar menjadi defisit. Sebaliknya, kemungkinan perubahan rezim menimbulkan harapan untuk rebound produksi akhirnya di negara yang telah kehilangan 50 persen dari output dalam lima tahun terakhir.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Maret naik 67 sen ke level $ 53,80 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 1:59 siang di Tokyo. Itu naik sebanyak 81 sen pada hari Jumat dan sedikit berubah untuk minggu ini.

Brent untuk penyelesaian bulan Maret menguat 62 sen ke level $ 61,71 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 99 sen untuk minggu ini. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 7,96 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Stabil Diatas $ 56 Karena Keterbatasan Pasokan Melawan Kekhawatiran Virus
Tuesday, 25 February 2020 18:57 WIB

Minyak stabil di atas level $ 56 per barel pada hari Selasa setelah dua hari mengalami penurunan karena menyusutnya produksi OPEC dan pasokan Libya menyeimbangkan kekhawatiran tentang penyebaran virus korona dan dampaknya terhadap permintaan minyak. Minyak mentah turun hampir 4% pada hari Senin, de...

Pemulihan Minyak Mengalami Kekhawatiran Terkait Pembaruan Virus
Friday, 21 February 2020 19:08 WIB

Minyak turun, menipiskan kenaikan minggu ini, karena kekhawatiran baru tentang dampak virus corona dibayangi harapan bahwa upaya stimulus China akan meredam tekanan terhadap permintaan. Kontrak berjangka di New York turun 1,6%, namun tetap sekitar 2% lebih tinggi minggu ini setelah China, Korea Sel...

Minyak Stabil Setelah Reli 7-Hari pada Outlook Pasokan dan Harapan Stimulus
Thursday, 20 February 2020 19:40 WIB

Minyak stabil di London setelah mengalami reli terpanjang dalam setahun terakhir pada tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat, dan berharap bahwa stimulus ekonomi China akan meredam permintaan bahan bakar dari dampak virus corona. Brent diperdagangkan mendekati level $ 59 per barel setelah memp...

Minyak Mencapai Dua Minggu Tertinggi pada Harapan Stimulus China, Risiko Pasokan
Wednesday, 19 February 2020 18:49 WIB

Minyak naik ke level dua minggu tertinggi di tengah harapan bahwa stimulus ekonomi dari China dapat menghidupkan kembali permintaan yang tertekan oleh virus korona, dan ketika sejumlah negara OPEC menghadapi ancaman terhadap produksi mereka. Brent berjangka meningkat untuk hari ketujuh, kenaikan te...

Minyak Stabil Terkait Negara-Negara Asia Berusaha Mengimbangi Serangan Virus ke Ekonomi
Monday, 17 February 2020 19:09 WIB

Minyak stabil mendekati level $ 57 per barel di London karena China dan negara-negara Asia lainnya menjanjikan stimulus ekonomi untuk mengimbangi dampak dari virus corona, mendukung prospek permintaan bahan bakar. Harga pulih lebih dari 5% minggu lalu, kenaikan terbesar sejak September, karena bebe...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melanjutkan Penurunannya Karena Kekhawatiran Virus (Review)
Thursday, 27 February 2020 04:13 WIB Saham-saham Hong Kong berakhir dengan melanjutkan pelemahan tajam pada hari Rabu, sejalan dengan penurunan di seluruh dunia karena kekhawatiran akan penyebaran luas dari virus corona memicu tekanan besar terhadap ekonomi global. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.