Minyak Tahan Kerugian Terkait Outlook Ekonomi yang Suram & Meningkatnya Pasokan AS
Thursday, 24 January 2019 08:06 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak mempertahankan penurunannya di bawah level $ 53 per barel terkait prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin suram dengan tanda-tanda meningkatnya persediaan minyak mentah AS yang menambah kekhawatiran kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah turun 0,7 persen pada hari Rabu. Penutupan pemerintah yang diperpanjang dapat menghapus pertumbuhan ekonomi A.S. pada kuartal pertama 2019, menurut Kevin Hassett, penasihat ekonomi Presiden Donald Trump. Sementara itu, persediaan minyak mentah AS meningkat 6,55 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute, terhadap ekspektasi data pemerintah yang dijadwalkan pada hari Kamis akan menunjukkan penurunan ketujuh dalam delapan minggu terakhir.

Administrasi Informasi Energi diperkirakan akan melaporkan stok minyak mentah di AS turun 750.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg

Produksi minyak dari tujuh daerah shale teratas di AS diperkirakan akan tumbuh pada laju paling lambat sejak Mei, setelah harga merosot pada kuartal keempat, menurut Administrasi Informasi Energi

Pasar minyak secara bertahap kembali menuju keseimbangan ketika OPEC mengendalikan output dan lonjakan shale yang melambat, menurut para eksekutif yang berkumpul di Davos

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Maret turun sebanyak 22c ke level $ 52,40 / bbl di Nymex, diperdagangkan di level $ 52,50 / bbl pada jam 8:49 di Tokyo. Kontrak merosot 39c ke level $ 52,62 pada hari Rabu.

Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan Maret lebih rendah 36c menjadi $ 61,14 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Rabu. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Melihat Rebound Pertamanya Dalam Seminggu, Mengamati Data Stok
Wednesday, 29 January 2020 03:56 WIB

Harga minyak naik untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir pada hari Selasa karena investor mencoba melihat di luar virus corona dan dampaknya yang melemahkan pasar, meskipun tes minyak mentah yang sebenarnya mungkin datang dari data stok mingguan yang akan datang. Minyak mentah West Texas Inte...

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

ANOTHER NEWS
Emas Tahan Penurunan seiring Investor Menimbang Dampak Virus
Wednesday, 29 January 2020 08:48 WIB Emas menahan penurunan seiring investor menimbang ancaman dari virus korona mematikan pasca reli semalam di Wall Street yang mengisyaratkan berkurangnya permintaan untuk aset haven. Di AS, S&P 500 menambahkan 1% pada Selasa karena saham...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.