Minyak Tahan Penurunan Mendekati $ 53 Di Tengah Pesimisme Atas Perundingan AS-China
Wednesday, 23 January 2019 08:02 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak mempertahankan penurunannya mendekati level $ 53 per barel di tengah pesimisme atas prospek kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah jatuh 1,9 persen pada hari Selasa. Saham AS mengalami penurunan pada hari Selasa setelah Financial Times melaporkan pemerintahan Trump membatalkan pembicaraan persiapan dengan pejabat China karena kurangnya kemajuan pada transfer teknologi "paksa" dan reformasi "struktural" untuk ekonomi China. Penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump Larry Kudlow membantah laporan tentang pembatalan pembicaraan dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan akan turun 500.000 barel pekan lalu dalam survei analis Bloomberg. Jika data Administrasi Informasi Energi yang jatuh tempo pada hari Kamis mengonfirmasi hal itu, itu akan menjadi penurunan ketujuh dalam delapan minggu terakhir.

OPEC melihat "pengurangan yang sangat tajam" dalam pasokan setelah kelompok dan sekutunya sepakat untuk mengurangi 1,2 juta barel per hari pada kuartal pertama 2019, Sekretaris Jenderal Mohammad Barkindo mengatakan dalam wawancara TV Bloomberg dari Davos, Swiss.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Maret diperdagangkan pada level $ 52,92 / bbl di Nymex, turun 9c, pada pukul 8:51 pagi di Tokyo. Kontrak merosot $ 1,03 ke level $ 53,01 pada hari Selasa.

Sedangkan minyak mentah Brent turun $ 1,24 ke level $ 61,50 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Selasa. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Seiring Berlangsungnya Pembicaraan Perdagangan AS-China
Thursday, 10 October 2019 19:32 WIB

Minyak berjangka naik tipis dalam aksi harga yang berayun pada hari Kamis karena para pedagang berusaha memahami laporan berita yang saling bertentangan seputar pembicaraan perdagangan AS dan China dan menguraikan penilaian bulanan OPEC mengenai penawaran dan permintaan global. Minyak mentah West T...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan
Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang. Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri...

Harga Minyak Naik Dari 2-Bulan Terendah; Output Saudi Pulih
Thursday, 3 October 2019 19:33 WIB

Harga minyak melambung di dekat posisi terendah dua bulan pada hari Kamis, masih dilanda kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan kembali membuat pasar dibanjiri dengan terlalu banyak minyak mentah tahun depan. Pada pukul 08:12 ET (12:12 GMT), patokan harga berjangka AS berada di level $ ...

Minyak Rebound Setelah Mengalami Kuartal Terburuk Tahun 2019
Tuesday, 1 October 2019 18:45 WIB

Minyak rebound setelah mengalami penurunan terbesar kuartalan tahun ini, namun kekhawatiran berkelanjutan bahwa ekonomi global yang goyah akan mengikis permintaan yang terus membebani pasar. Kontrak berjangka meningkat 1,1% di New York, setelah jatuh 7,5% dalam tiga bulan terakhir karena Arab Saudi...

Minyak Turun Seiring Prospek Ekonomi Tiongkok Masih Lemah
Monday, 30 September 2019 20:37 WIB

Minyak turun pada hari Senin karena prospek ekonomi China tetap lemah bahkan ketika data manufaktur membaik, dengan perang perdagangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat membebani pertumbuhan permintaan untuk importir minyak mentah terbesar di dunia. Minyak mentah berjangka Brent turun ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Reli Lebih dari 2% Terkait Harapan Perdagangan (Review)
Saturday, 12 October 2019 03:17 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada Jumat di tengah optimisme atas pembicaraan perdagangan China-AS, sementara perusahaan-perusahaan energi didorong oleh lonjakan harga minyak setelah sebuah kapal tanker Iran dilanda ledakan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.