Minyak Stabil di Dekat $ 59 Karena IEA Melaporkan Penurunan Pasokan AS
Tuesday, 13 February 2018 21:12 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak menguat mendekati $ 59 per barel di New York karena Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa kenaikan pasokan A.S. dapat mengatasi keberhasilan OPEC dalam mengurangi kelebihan pasokan.

Pemotongan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Rusia telah mengurangi surplus persediaan minyak sekitar 80 persen, sebuah laporan dari IEA yang berbasis di Paris menunjukkan pada hari Selasa. Namun penurunan stok minyak akan melambat seiring penurunan produksi minyak serpih di Amerika yang berada pada jalur untuk melampaui Arab Saudi dan Rusia, menurut perkiraan agensi tersebut.

WTI untuk pengiriman bulan Maret turun 28 sen ke level $ 59,01 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 1:02 siang waktu London. Kontrak naik 9 sen menjadi ditutup pada level 59,29 dolar pada hari Senin, mencatatkan kerugian selama enam hari. Total volume yang diperdagangkan sekitar 9 persen di atas rata-rata 100 hari.

Brent untuk pengiriman bulan April melemah 16 sen ke level $ 62,43 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut turun 20 sen menjadi $ 62,59 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi $ 3,61 untuk bulan April WTI.

Persediaan minyak mentah AS kemungkinan meningkat 3 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg, sementara output energi serpih Energi Informasi Administrasi A.S. akan naik 110.000 barel per hari di bulan Maret. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Bertahan Diatas $ 72 Karena Data Industri Menunjukkan Stok AS Menurun
Wednesday, 23 May 2018 07:45 WIB

Minyak diperdagangkan di atas $ 72 per barel setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS menurun mendorong spekulasi pasokan global semakin ketat. Kontrak di New York sedikit berubah pada awal perdagangan hari Rabu. Inventaris AS turun 1,33 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari...

Minyak Naik Terkait Sanksi Venezuela Memicu Kekhawatiran Resiko Produksi
Tuesday, 22 May 2018 14:22 WIB

Minyak memperpanjang kenaikan karena gelombang baru untuk sanksi AS pada Venezuela memicu kekhawatiran atas produksi minyak mentah dan seiring para analis memperkirakan penurunan lebih lanjut dalam stok di Amerika. Kontrak berjangka di New York menambahkan sebanyak 0,4 persen setelah Presiden AS Do...

Minyak Naik Karena Resiko Output Venezuela & Persediaan AS yang Terlihat Menurun
Tuesday, 22 May 2018 07:50 WIB

Minyak memperpanjang kenaikannya karena para investor menilai risiko penurunan lebih lanjut dalam produksi minyak mentah di Venezuela dan terkait stok AS yang terlihat merosot pada pekan ketiga. Kontrak berjangka di New York menambahkan sebanyak 0,4 persen setelah Presiden Donald Trump memerintahka...

Harga Minyak Berakhir Sedikit Lebih Tinggi Ditengah Ketegangan di Timur Tengah
Wednesday, 16 May 2018 03:17 WIB

Minyak AS menetap lebih tinggi pada hari Selasa karena ketegangan di Timur Tengah membantu memperpanjang kenaikan dalam minyak mentah berjangka. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juni di New York Mercantile Exchange berakhir naik 35 sen, atau 0,5%, pada level $ 71,3...

Harga minyak turun, namun membukukan kenaikan mingguan kedua beruntun
Saturday, 12 May 2018 03:11 WIB

Minyak berjangka jatuh pada hari Jumat, tetapi membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, didorong oleh ketidakpastian atas berapa banyak minyak pasar global akan kehilangan di belakang keputusan AS untuk menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) u...

ANOTHER NEWS
Wall Street tergelincir seiring Trump tambah ketidakpastian pembicaraan perdagangan
Wednesday, 23 May 2018 23:36 WIB Saham AS sedikit lebih rendah pada hari Rabu setelah komentar terbaru Presiden Donald Trump memicu skeptisisme atas pembicaraan perdagangan AS-Cina dan menjelang laporan Federal Reserve yang dapat menunjukkan laju kenaikan mendatang suku...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.