Yen berjuang, dolar stabil dalam perdagangan lemah di Asia
Tuesday, 24 December 2019 09:53 WIB | CURRENCIES | YenDolar

Dolar AS bertahan stabil dan yen Jepang kembali menguat pada hari Selasa pagi di Asia dengan pasar tenang seiring liburan.

Mata uang telah dipengaruhi oleh perkembangan yang kontradiktif, karena ketegangan perdagangan antara AS dan Cina tampaknya telah surut tetapi Cina telah meningkatkan kritik bahwa AS mengintervensi Hong Kong, Taiwan dan hal-hal lain yang dianggapnya internal.

Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi, naik 0,01% menjadi 97,67 pada pukul 8:30 malam waktu timur AS (01:30 GMT) pada hari Selasa.

Bank Rakyat Tiongkok menetapkan nilai referensi yuan pada 7,0119, dibandingkan dengan 7,0117 pada hari Senin.

Pasangan USD / JPY naik 0,02% menjadi 109,42. Suku bunga di Jepang, yang telah negatif untuk sebagian besar tahun ini, sekarang hanya di atas 0% tetapi Bank of Japan mengatakan pekan lalu bahwa mereka cenderung tetap rendah.

Pasangan AUD / USD turun 0,04% menjadi 0,6918.

Pasangan NZD / USD naik 0,04% menjadi 0,6632.

Pasangan GBP / USD naik 0,07% menjadi 1,2942. Pound menyerah sebanyak 0,5% pada hari Senin datang dari minggu terburuk dalam dua tahun didorong oleh kekhawatiran terkait Brexit.

Pasar di Hong Kong dan Australia tutup lebih awal pada hari Selasa dan ditutup pada hari Rabu untuk liburan Natal.(yds)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Dolar Dalam Kisaran Sempit Karena Ketegangan AS-China, Kasus Virus
Tuesday, 14 July 2020 08:35 WIB

Dolar terkurung dalam kisaran sempit terhadap sebagian besar mata uang uatama pada Selasa ini karena kekhawatiran baru mengenai ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan China serta meningkatnya kasus virus corona yang mengurangi selera risiko. Dolar berdiri di 107,35 yen pada hari Selasa di...

Dolar Jatuh Seiring Musim Pendapatan Dimulai
Monday, 13 July 2020 23:12 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin karena investor meninjau pendapatan perusahaan domestik dan data ritel mendatang untuk mengukur apakah optimisme pada prospek ekonomi negara itu dibenarkan. Indeks yang mengukur dolar terhadap sekumpulan enam mata uang utama lainnya - yang sering disebut sebagai saf...

Dolar Melanjutkan Penurunan Seiring Investor Memperhatikan Data Ekonomi, Pendapatan
Monday, 13 July 2020 15:21 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin seiring para investor melihat data ekonomi global yang akan dirilis dan pendapatan perusahaan AS untuk mengukur apakah optimisme yang dijaga pasar terhadap prospek ekonomi dibenarkan. Greenback telah mengakhiri kerugian untuk minggu ketiga pada hari Jumat karena par...

Dolar awali pekan dengan perlahan jelang data ekonomi, laba
Monday, 13 July 2020 09:24 WIB

Dolar AS memulai minggu dengan nada lembut pada Senin ini karena investor mengkaji data ekonomi dari seluruh dunia serta laba perusahaan AS sebagi tolak ukur apakah pasar menjaga optimisme pada prospek ekonomi. Greenback mengakhiri penurunan mingguan ketiganya pada hari Jumat karena investor membel...

Yen Naik Seiring Gelombang Baru Pada Kasus Virus; Indeks Dolar Jatuh
Friday, 10 July 2020 23:28 WIB

Mata uang Safe-haven yen Jepang naik ke tertinggi dua minggu terhadap dolar pada hari Jumat, didorong oleh kekhawatiran tentang lonjakan infeksi virus corona di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Yen berada di jalur untuk mencatat kenaikan persentase harian terbesar terhadap dolar dalam waktu sek...

ANOTHER NEWS
WHO Peringatkan Kehidupan "Tak Akan Kembali Normal" Pasca Pandemi
Tuesday, 14 July 2020 10:16 WIB Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Senin (13/7) memperingatkan bahwa kehidupan "tidak akan kembali normal seperti sebelumnya untuk jangka waktu yang lama" sementara kasus COVID-19 meningkat di seluruh dunia. Hampir 13 juta kasus COVID-19 telah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.