Dolar AS Turun Terkait Ketidakpastian Kesepakatan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 23:27 WIB | CURRENCIES |DOLLAR

Dolar AS melemah pada hari Senin setelah CNBC melaporkan bahwa pejabat Tiongkok pesimistis bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani.

Laporan itu, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan pandangan suram itu disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. China telah mendorong kedua belah pihak untuk menghapus tarif saat mereka bekerja pada kesepakatan perdagangan fase satu. Trump mengatakan bahwa dia belum setuju untuk mengakhiri tarif, menyebabkan ketidakpastian apakah akan ada kesepakatan atau tidak. Sejak itu, kedua belah pihak mengatakan mereka membuat kemajuan tetapi belum memberikan rincian tentang hasil pembicaraan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekelompok enam mata uang utama, turun 0,2% ke level 97,700 pada pukul 10:25 ET (15:25 GMT).

Safe-haven yen Jepang lebih tinggi dengan USD / JPY turun 0,1% ke level 108,59.

Di tempat lain, sterling stabil, setelah naik 0,4% di awal sesi di tengah berita bahwa semua kandidat Partai Konservatif pada pemilihan 12 Desember berjanji untuk mendukung kesepakatan Brexit dari Perdana Menteri Boris Johson. Jajak pendapat menunjukkan bahwa Konservatif akan memenangkan pemilihan.

GBP / USD naik 0,4% ke level 1,2953 sementara EUR / USD menguat 0,2% ke level 1,1068. (knc)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Dolar Naik seiring Meredanya Selera Risiko oleh Naiknya Kasus COVID-19 di A.S.
Friday, 3 July 2020 22:04 WIB

Dolar naik tipis pada hari Jumat tetapi ditetapkan untuk penurunan mingguan terbesar sejak awal Juni, karena dorongan sentimen dari data pekerjaan yang lebih baik dari yang diperkirakan di Amerika Serikat dilemahkan oleh melonjaknya kasus coronavirus. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada hari...

Dolar naik; Aussie dan Kiwi sedikit menguat pada data AS dan China
Friday, 3 July 2020 15:20 WIB

Dolar naik tipis di awal perdagangan London pada hari Jumat dan pedagang mata uang risiko sedikit didorong oleh data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan di Amerika Serikat, karena kasus-kasus virus corona yang terus meningkat meruncingkan optimisme pasar. Data Payroll AS melonjak pada hari Kam...

Dolar Stabil Seiring Meningkatnya Kasus Coronavirus di AS Jelang Liburan Panjang
Friday, 3 July 2020 09:56 WIB

Dolar terjebak dalam kisaran sempit pada hari Jumat, didukung oleh arus safe-haven ketika kebangkitan coronavirus di Amerika Serikat membuat beberapa investor enggan mengambil risiko berlebihan. Yuan bertahan stabil setelah data menunjukkan rebound kuat di sektor jasa China, karena para investor me...

Dolar Bersiap Untuk Penurunan Mingguan Terbesar dalam Sebulan jelang Data A.S.
Thursday, 2 July 2020 18:51 WIB

Dolar AS tergelincir ke level terendah satu minggu terhadap para pesaingnya pada hari Kamis karena data ekonomi AS dan Eropa yang optimis mempertajam selera risiko, dengan harapan untuk terobosan vaksin COVID-19 juga membantu sentimen. Terhadap sekeranjang mata uang, greenback berada di jalur untuk...

Dolar jatuh ke posisi terendah satu minggu ditengah harapan data ekonomi
Thursday, 2 July 2020 15:17 WIB

Dolar AS tergelincir ke level terendah satu minggu terhadap para pesaingnya pada Kamis karena data ekonomi AS dan Eropa yang tajam mempertajam selera risiko, dengan harapan untuk terobosan vaksin virus corona juga membantu sentimen. Terhadap sekumpulan mata uang, greenback berada di jalur untuk pen...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.