AUD/USD Pulih Dari Penurunan Pasca Rilis Data Inflasi Australia
Wednesday, 30 October 2019 08:02 WIB | CURRENCIES |AUD/USD,Dollar Australia,Aussie

Nada penawaran beli di sekitar AUD menguat, membantu pasangan AUD/USD memulihkan penurunan setelah inflasi Australia pada kuartal ketiga berdetak lebih tinggi seperti yang diharapkan.

Indeks harga konsumen tahunan Australia naik tipis menjadi 1,7% dari sebelumnya 1,6% dalam tiga bulan hingga September. Secara triwulanan, inflasi melambat sedikit menjadi 0,5% dari kuartal sebelumnya 0,6%.

IHK utama diperkirakan naik 0,5% untuk kuartal ini dan 1,7% dari tahun sebelumnya.

IHK Rata-rata dipangkas - ukuran yang disukai RBA untuk melacak tekanan harga pokok - meningkat 1,6% tahun-ke-tahun dan 0,4% kuartal-ke-kuartal, seperti yang diharapkan.

Kenaikan dalam angka inflasi tahunan kemungkinan akan memaksa pasar untuk mempertimbangkan prospek penurunan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada bulan November. Menjelang laporan inflasi, probabilitas tersirat dari pemotongan 25 basis poin ke tingkat kas pada November hanya sebesar 14%. Sementara itu, untuk pertama kalinya, pasar tidak lagi memperkirakan pemotongan 25 basis poin di paruh pertama tahun 2020.

AUD, oleh karena itu, dapat terus mendapatkan ketinggian pada hari ke depan. Pada saat penulisan, pasangan AUD/USD diperdagangkan pada level 0,6865, setelah pulih sebesar 16 pips dari level terendah 0,6849 setelah rilis data IHK Aussie. (knc)

Sumber : FX Street

RELATED NEWS

USD/JPY Berjuang di Sekitar 112,00 Di Tengah Risiko Baru dan Data Jepang
Friday, 21 February 2020 08:10 WIB

USD/JPY berfluktuasi di sekitar 112,00 di tengah awal pembukaan Tokyo pada hari Jumat. Pasangan yen baru-baru ini melonjak ke level tertinggi sejak April 2019 menyusul reli dolar AS yang luas dan kelemahan fundamental Jepang. Yen Jepang sekarang di bawah tekanan menyusul fundamental yang suram di d...

GBP/USD Bertahan Stabil Di Atas 1,2900 Pasca Penjualan Ritel Inggris
Thursday, 20 February 2020 17:15 WIB

Pasangan GBP/USD bergerak lebih tinggi ke puncak baru sesi, di sekitar 1,2920-25 pasca data makro Inggris, meskipun tidak memiliki tindak lanjut yang kuat. Menurut data yang dirilis Kamis ini, penjualan ritel bulanan Inggris mencatat pertumbuhan 0,9% pada bulan Januari dibandingkan dengan perkiraan...

Yen Mendekati Level Terendah 9-Bulan, Euro tetap Bertahan
Thursday, 20 February 2020 15:50 WIB

Safe haven yen diperdagangkan mendekati posisi terendah sembilan bulan terhadap dolar pada hari Kamis karena selera risiko didukung oleh ekspektasi bahwa China akan melanjutkan langkah-langkah untuk mengimbangi dampak ekonomi dari wabah virus corona. Dolar diperdagangkan pada 111,69 terhadap mata u...

AUD/USD Jatuh Setelah Tingkat Pengangguran Australia Lebih Tinggi Dari Yang Diharapkan
Thursday, 20 February 2020 08:08 WIB

AUD/USD turun ke 0,6678 setelah mencapai level terendah harian di 0,6668 karena data ketenagakerjaan Australia mengecewakan pedagang Aussie pada Kamis pagi. Data tenaga kerja Australia bulan Januari menunjukkan angka utama perubahan tenaga kerja naik jauh melampaui 10 ribu menjadi 13,5 sedangkan ti...

GBP/USD Melonjak Kembali Di Atas 1,30, Rekor Baru Sesi Pasca IHK Inggris
Wednesday, 19 February 2020 17:03 WIB

Pasangan GBP/USD membalikkan penurunan awal sesi Eropa ke wilayah 1,2975 dan tampaknya kembali menuju rekor atas kisaran perdagangan harian pasca data makro Inggris. Menyusul pergerakan dua arah sesi sebelumnya dan aksi harga terikat-dalam-kisaran sepanjang sesi Asia pada hari Rabu, pasangan ini me...

ANOTHER NEWS
Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.