Sterling Tergelincir Dari Tertinggi 5-Bulan setelah Rencana Brexit Menemui Hambatan
Monday, 21 October 2019 07:42 WIB | CURRENCIES |PoundsterlingSterling,pound

Sterling jatuh lebih dari setengah persen terhadap dolar pada hari Senin, tergelincir dari tertinggi lima bulan setelah parlemen Inggris menunda pemungutan suara penting terhadap perjanjian penarikan Brexit.

Langkah ini menggagalkan rencana Perdana Menteri Boris Johnson untuk mengambil keputusan tentang kesepakatan penarikannya, tetapi pound memegang sebagian besar dari rally baru-baru ini di tengah keyakinan bahwa keluar yang tidak teratur dari Uni Eropa akan dihindari.

Pada awal perdagangan Asia, pound turun 0,72% menjadi $ 1.2896, setelah mencapai tertinggi lima bulan $ 1.2990 pada hari Jumat dan menutup akhir pekan tepat di bawah angka $ 1.30, lonjakan 6,5% sejak Johnson mencapai kesepakatan keluar dari Uni Eropa pada 10 Oktober.

Anggota parlemen pada hari Sabtu memilih untuk menahan keputusan terhadap kesepakatan Johnson, sebuah langkah yang memaksanya untuk mencari cara lain untuk ketiga kalinya membawa Inggris keluar dari Uni Eropa. Keluarnya Inggris telah dipertimbangkan untuk 31 Oktober. Tetapi Johnson menambahkan catatan lain yang mengatakan dia menentang perpanjangan dan menteri pemerintah Inggris Michael Gove mengatakan pada hari Minggu Brexit akan terjadi pada 31 Oktober karena pemerintah berusaha untuk mendapatkan tagihan Brexit melalui parlemen .(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Dolar menjaga penawaran safe-haven di tengah perdagangan
Friday, 22 November 2019 08:12 WIB

Dolar mempertahankan kenaikan semalam pada Jumat, seiring investor berpegang teguh pada safe-haven dan menunggu perkembangan dalam negosiasi perdagangan China-AS dan di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang laporan kemajuan dalam pembicaraan. Pergerakan sedikit karena investor juga melihat ke ...

Pound Berjuang Menembus $ 1,30 Setelah Manifesto Pemilihan Partai Buruh
Friday, 22 November 2019 00:07 WIB

Pound berjuang untuk menembus angka $ 1,30 lagi pada hari Kamis, karena rebound dalam dolar dan manifesto pemilu dari oposisi Partai Buruh yang memicu beberapa aksi ambil untung pada mata uang Inggris. Dalam upaya keempatnya untuk menembus $ 1,30 dalam hampir dua bulan, pound berjuang untuk mendapa...

Yen Jepang gain, yuan turun pada kekhawatiran perdagangan, Hong Kong
Thursday, 21 November 2019 16:34 WIB

Yen Jepang menguat terhadap dolar pada Kamis ini pasca Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan perdagangan AS-China tidak mungkin di tahun ini, sehingga harapan investor akan perjanjian parsial segera dan meningkatkan aset safe-haven. Yuan Tiongkok jatuh ke level terendah tiga peka...

Yen naik, yuan turun seiring kekhawatiran kesepakatan perdagangan AS-China
Thursday, 21 November 2019 07:52 WIB

Yen naik terhadap dolar pada hari Kamis setelah sumber-sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan perdagangan AS-China tidak mungkin dicapai tahun ini, yang mendorong permintaan untuk aset safe-haven. Yuan mereda ke arah terendah dua minggu dalam perdagangan l...

Dolar AS Datar Karena Meningkatnya Ketegangan Dengan China Atas Hong Kong
Wednesday, 20 November 2019 23:29 WIB

Dolar AS datar pada hari Rabu menjelang rilis yang diharapkan dari risalah pertemuan Federal Reserve dan karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing. China tersinggung oleh Senat AS yang mengeluarkan undang-undang yang mendukung pemrotes Hong Kong dan akan melarang ekspor barang-ba...

ANOTHER NEWS
Kongres AS Setujui Dua RUU Pro-Demokrasi Hong Kong
Friday, 22 November 2019 10:50 WIB Kongres Amerika Serikat menyetujui dua rancangan undang undang hari Kamis (21/11), untuk mendukung demonstran pro-demokrasi di Hong Kong setelah unjuk rasa berbulan-bulan terjadi di kota semi-otonom itu. DPR Amerika Serikat sangat menyetujui...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.