Sterling, Saham Inggris Melonjak Di Tengah Harapan Kesepakatan Brexit
Wednesday, 16 October 2019 23:39 WIB | CURRENCIES |PoundsterlingSterling,pound

Sterling berayun di sekitar tertinggi lima bulan pada hari Rabu dan saham di London memangkas kerugian mereka di tengah badai berita utama yang bertentangan tentang apakah Inggris dan Uni Eropa berada di ambang menyetujui kesepakatan Brexit.

Pada hari perdagangan yang bergejolak lainnya untuk aset Inggris, pasar keuangan tetap menjadi jaminan tempat berlindung ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan negosiator Uni Eropa berlomba melawan waktu untuk merubah perjanjian penarikan sebelum pertemuan puncak Uni Eropa pada hari Kamis.

Para negosiator sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan dalam 11 jam, meningkatkan kemungkinan bahwa Johnson harus mencari perpanjangan dari batas waktu 31 Oktober untuk keluarnya Inggris dari blok tersebut.

Sterling telah melonjak sekitar 5% sejak akhir pekan lalu, ketika London dan Brussels memulai kembali negosiasi yang intens. Pada pukul 15:40 GMT, sterling naik 0,5% pada $ 1,2844, setelah sebelumnya naik ke $ 1,2855, rekor tertinggi terbaru dalam 5 bulan, di tengah optimisme bahwa DUP akan mencapai kesepakatan. Terhadap euro, pound menguat 0,2% pada hari ini di 86.160 pence - tetapi turun dari tertinggi lima bulan yang dicapai sebelumnya.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

GBP/USD Bertahan Stabil Di Atas 1,2900 Pasca Penjualan Ritel Inggris
Thursday, 20 February 2020 17:15 WIB

Pasangan GBP/USD bergerak lebih tinggi ke puncak baru sesi, di sekitar 1,2920-25 pasca data makro Inggris, meskipun tidak memiliki tindak lanjut yang kuat. Menurut data yang dirilis Kamis ini, penjualan ritel bulanan Inggris mencatat pertumbuhan 0,9% pada bulan Januari dibandingkan dengan perkiraan...

Yen Mendekati Level Terendah 9-Bulan, Euro tetap Bertahan
Thursday, 20 February 2020 15:50 WIB

Safe haven yen diperdagangkan mendekati posisi terendah sembilan bulan terhadap dolar pada hari Kamis karena selera risiko didukung oleh ekspektasi bahwa China akan melanjutkan langkah-langkah untuk mengimbangi dampak ekonomi dari wabah virus corona. Dolar diperdagangkan pada 111,69 terhadap mata u...

AUD/USD Jatuh Setelah Tingkat Pengangguran Australia Lebih Tinggi Dari Yang Diharapkan
Thursday, 20 February 2020 08:08 WIB

AUD/USD turun ke 0,6678 setelah mencapai level terendah harian di 0,6668 karena data ketenagakerjaan Australia mengecewakan pedagang Aussie pada Kamis pagi. Data tenaga kerja Australia bulan Januari menunjukkan angka utama perubahan tenaga kerja naik jauh melampaui 10 ribu menjadi 13,5 sedangkan ti...

GBP/USD Melonjak Kembali Di Atas 1,30, Rekor Baru Sesi Pasca IHK Inggris
Wednesday, 19 February 2020 17:03 WIB

Pasangan GBP/USD membalikkan penurunan awal sesi Eropa ke wilayah 1,2975 dan tampaknya kembali menuju rekor atas kisaran perdagangan harian pasca data makro Inggris. Menyusul pergerakan dua arah sesi sebelumnya dan aksi harga terikat-dalam-kisaran sepanjang sesi Asia pada hari Rabu, pasangan ini me...

Dolar dalam Permintaan; Bank Sentral Turki dalam Fokus
Wednesday, 19 February 2020 15:30 WIB

Dolar AS terus melaju naik pada hari Rabu, dengan coronavirus China terus memukul ekonomi di Asia, Eropa menunjukkan sangat sedikit tanda-tanda pertumbuhan sementara ekonomi AS menunjukkan kenaikan yang cukup sehat. Pada pukul 03:05 ET (08:05 GMT), EUR / USD diperdagangkan di 1,0798, setelah mendor...

ANOTHER NEWS
Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.