Dolar AS Melemah seiring Sinyal Positif Tiongkok Terhadap Kesepakatan Perdagangan
Wednesday, 9 October 2019 23:15 WIB | CURRENCIES |DOLLAR Indeks DolarDolar AS

Dolar AS mellemah meskipun ada laporan bahwa Cina bersedia untuk menerima kesepakatan perdagangan parsial meskipun banyak perusahaan Cina yang masuk daftar hitam AS pada awal minggu, karena para pedagang menunggu risalah pertemuan Federal Reserve terbaru untuk petunjuk tentang arah suku bunga.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,1% menjadi 98,762 pada pukul 11:03 ET (15:03 GMT). Investor juga menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve pada pukul 2:00 ET (18:00 GMT) untuk petunjuk apakah bank sentral akan menurunkan suku bunga atau tidak.

Cina bersedia menerima kesepakatan perdagangan, Bloomberg melaporkan, dan bahkan telah menawarkan untuk meningkatkan berapa banyak kedelai yang dibeli dari petani Amerika sebagai tolok ukur niat baik sebelum pembicaraan perdagangan. Wakil Perdana Menteri China Liu He dijadwalkan tiba minggu ini di Washington untuk pembicaraan perdagangan dan diperkirakan akan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Kamis.(Arl)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Dolar Sedikit Lebih Rendah Ditengah Pesan yang Beragam pada Perdagangan
Thursday, 5 December 2019 15:21 WIB

Dolar sedikit lebih rendah terhadap sekumpulan rivalnya pada Kamis seiring pesan yang beragam terkait perdagangan dari Presiden AS Donald Trump membuat harapan bahwa Cina dan AS akan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan yang berlarut-larut. Trump mengatakan pada hari Rabu...

AUD/JPY Turun Ke 74,35 Setelah Rilis Data Aussie
Thursday, 5 December 2019 08:45 WIB

AUD/JPY merosot ke 74,36 di tengah sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan ini bereaksi terhadap angka Penjualan Ritel dan Neraca Perdagangan yang suram dari Australia. Neraca Perdagangan Australia pada bulan Oktober turun di bawah perkiraan 6,100 juta ke 4,502 juta sementara Penjualan Ritel meleset da...

Yen Memperpanjang Gain seiring China Mengancam Akan Membalas RUU DPR AS
Wednesday, 4 December 2019 15:18 WIB

Yen menguat dan Indeks Spot Dollar Bloomberg mengakhiri penurunan tiga hari karena kekhawatiran perdagangan melihat tawaran aset havens dan mata uang beta tinggi di bawah tekanan moderat. Greenback menguat versus sebagian besar dari rekan-rekan Kelompok 10, kecuali yen dan franc Swiss. USD / JPY t...

Indeks Dolar AS Mendapatkan Dorongan Di Sekitar 97,60 Menjelang Rilis Data Ekonomi
Wednesday, 4 December 2019 13:46 WIB

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Greenback vs sekelompok rival utamanya, diperdagangkan dengan kenaikan marginal di dekat wilayah 97,80. Pergerakan bearish dalam indeks bertemu rintangan yang layak di wilayah 97,60 pada hari Selasa, di mana duduk SMA 200-hari yang kritis. Koreksi nyata lebih r...

AUD/JPY Turun Ke 74,30 Karena PDB Q3 Australia Tergelincir Di Bawah Perkiraan Pada QoQ
Wednesday, 4 December 2019 08:13 WIB

AUD/JPY turun ke 74,30 pada sesi Asia hari Rabu karena PDB Q3 Australia meleset di bawah perkiraan konsensus. Produk Domestik Bruto (PDB) Australia kuartal ketiga (Q3) merosot ke 0,4% pada QoQ versus ekspektasi 0,5%. Meskipun, angka tahunan sesuai dengan ekspektasi optimis pertumbuhan 1,7% terhadap...

ANOTHER NEWS
Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi Karena Harapan Berlanjut Untuk Perdagangan
Friday, 6 December 2019 07:44 WIB Bursa Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang aksi reli di Wall Street didukung oleh harapan lanjutan untuk kesepakatan perdagangan AS-China. Indeks acuan Nikkei 225 naik sebesar 0,31 persen atau 72,91 poin ke level 23.373,00 pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.