Dolar menyerah pasca kenaikan suku bunga Fed, sterling ke tertinggi 2 bulan
Friday, 20 September 2019 15:18 WIB | CURRENCIES |Dolar EuroAussiepound

Dolar melayang lebih rendah pada Jumat ini setelah bank-bank sentral di Swiss dan Inggris menahan diri untuk mengikuti Federal Reserve dalam pemangkasan suku bunga, dan selera risiko berkurang karena adanya sentimen mengenai pembicaraan perdagangan AS-China.

Sterling menyentuh level tertinggi dua bulan di $1,2566 melawan greenback, setelah Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan dia pikir Brussels bisa mencapai kesepakatan dengan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Swiss National Bank, Bank of England dan Bank of Japan semua meninggalkan kebijakannya untuk tidak berubah pada Kamis. Mata uang mereka naik, dengan yen Jepang dan franc Swiss keduanya menguat hampir 0,2%, didukung oleh pembelian safe-haven.

Pada hari Jumat, Aussie naik lebih tinggi menjadi sekitar $0,6799, yang mendekati level terendah sejak 4 September, sementara dolar Selandia Baru menyentuh level $0,6285, terlemah sejak 3 September.

Dolar Australia dan Selandia Baru berada di jalur untuk penurunan mingguan tertajam dalam hampir satu bulan, karena masing-masing telah turun lebih dari 1%.

Dolar memberi yen pada yen, membeli 107,85, dan franc Swiss di level 0,9910 per dolar. Terhadap sekumpulan mata uang, dolar sedikit lebih rendah di level 92.223.(yds)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS

Sterling, Saham Inggris Melonjak Di Tengah Harapan Kesepakatan Brexit
Wednesday, 16 October 2019 23:39 WIB

Sterling berayun di sekitar tertinggi lima bulan pada hari Rabu dan saham di London memangkas kerugian mereka di tengah badai berita utama yang bertentangan tentang apakah Inggris dan Uni Eropa berada di ambang menyetujui kesepakatan Brexit. Pada hari perdagangan yang bergejolak lainnya untuk aset ...

Dolar merosot ke level terendah empat pekan; yen menguat
Wednesday, 16 October 2019 15:24 WIB

Dolar menuju ke posisi terendah empat pekan terhadap rival pada Rabu ini di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan yang meningkat antara Washington dan Beijing akan terus membebani prospek pertumbuhan global. Selera risiko berada di balik penguatan mata uang Jepang terhadap greenback seme...

Sterling menyerahkan beberapa keuntungan seiring optimisme Brexit tertahan
Wednesday, 16 October 2019 08:21 WIB

Pound Inggris turun dari level tertinggi dalam hampir lima bulan terhadap dolar AS pada hari Rabu seiring investor mulai mempertanyakan optimisme mereka tentang negosiasi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Sterling juga jatuh dari tertinggi dalam lima bulan terhadap euro karena investor membukuk...

Pound & Saham Inggris Melonjak terkait Laporan Uni Eropa, Inggris Dekat Dengan Kesepakatan Brexit
Tuesday, 15 October 2019 23:25 WIB

Sterling melonjak terhadap dolar dan euro sementara harga saham Inggris dan imbal hasil obligasi pemerintah naik pada perdagangan sore hari di Selasa ini setelah laporan Bloomberg bahwa negosiator Inggris dan Uni Eropa semakin dekat mencapai kesepakatan Brexit. Pound melonjak lebih dari 1% versus d...

Pound Kembali Melonjak Pada Harapan Kesepakatan Brexit
Tuesday, 15 October 2019 15:15 WIB

Pound Inggris kembali menguat pada Selasa ini, yang naik tajam terhadap dolar dan euro pada spekulasi baru dari kesepakatan untuk memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa pada akhir bulan. Pada pukul 3 dini hari waktu timur AS, GBP / USD berada di $ 1,2667, naik 0,5%, sementara EUR / GBP berada ...

ANOTHER NEWS
Saham AS Bervariasi saat Tengah Hari seiring Ketegangan yang Berlarut Di Hongkong
Wednesday, 16 October 2019 23:52 WIB Saham AS sedikit berubah pada pertengahan hari Rabu ini, karena ketegangan antara AS dan China atas protes Hong Kong membebani upaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dan setelah laporan penjualan ritel yang lemah mengimbangi laporan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.