Meredanya perang dagang picu reli risiko, Euro berhenti jelang ECB
Thursday, 12 September 2019 15:47 WIB | CURRENCIES | Yen EuroPoundsterling

Euro melayang di dekat $ 1,10 pada hari Kamis karena para pelaku pasar menunggu skala stimulus baru yang diharapkan dari Bank Sentral Eropa, sementara yuan Tiongkok dan dolar Australia didukung oleh tanda-tanda lebih lanjut dari meredanya perang dagang AS-Tiongkok.

Yen Jepang jatuh ke level terendah enam pekan terhadap dolar. Yen melanggar batas 108 dan terakhir di 107,98 yen per dolar, turun 0,1% pada hari tersebut dan jauh dari tertinggi tujuh bulan di 104,46 jatuh bulan lalu.

Aussie menyentuh tertinggi enam pekan dan yuan Tiongkok diluar negeri naik 0,5% ke tertinggi tiga pekan di 7,0737 terhadap dolar.

Perhatian pasar kini beralih ke ECB, yang pertama dari serangkaian pertemuan bank sentral utama, dengan Federal Reserve dan Bank Sentral Jepang pekan depan.

Mata uang tunggal telah merosot 3,5% sejak Juni dan stabil di $ 1,1017 pada awal perdagangan Eropa.

Dolar sedikit lebih rendah terhadap sekumpulan mata uang di 98,599.

Sterling sedikit berubah. Pound meroket ke level tertinggi enam pekan pada Senin, membalikkan penurunan pekan lalu karena investor menyambut langkah parlemen Inggris untuk memblokir Brexit yang tidak ada kesepakatan pada 31 Oktober.(yds)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Yen Naik Terhadap Dolar dalam Langkah Penghindaran Risiko yang Didorong Virus
Tuesday, 25 February 2020 00:02 WIB

Yen Jepang menguat terhadap dolar AS pada hari Senin dalam langkah penghindaran risiko yang didorong oleh melonjaknya kasus coronavirus. Safe-haven yen bertahan naik 0,93% pada 110,52 per dolar. Indeks dolar, yang membebani greenback terhadap sekeranjang enam mata uang juga dapat berfungsi sebagai ...

Euro Tertekan Ketika Virus Korona Menyebar Dan Investor Memburu Dolar
Monday, 24 February 2020 16:55 WIB

Euro turun kembali ke level $ 1,08 pada hari Senin dan dolar Australia jatuh ke level terendah baru 11-tahun karena penyebaran cepat virus corona di luar China mendorong kekhawatiran pandemi dan mengirim investor ke tempat aman dolar AS. Safe-haven yen Jepang dan franc Swiss sedikit bergerak, namun...

Dolar Mendapatkan Dorongan Kembali Seiring Penyebaran Virus Korona Secara Global
Monday, 24 February 2020 16:21 WIB

Dolar kembali menguat terhadap sekelompok mata uang lainnya pada hari Senin karena lonjakan kasus baru virus korona secara global, terutama di Italia, memperbaharui kekhawatiran atas dampak ekonomi dari wabah tersebut. Pihak berwenang di Italia memberlakukan karantina di utara negara itu untuk menc...

Yen Dekati Flat Meskipun Menigkatnya Kekhawatiran Virus; Dolar AS gain
Monday, 24 February 2020 12:36 WIB

Safe-haven yen Jepang sedikit berubah terhadap dolar AS pada hari Senin di Asia meskipun ada kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona global yang memburuk. Wabah kasus di luar China baru-baru ini mendapat perhatian pasar. Italia, Korea Selatan dan Iran mencatat kenaikan tajam dalam infeksi selama...

EUR/USD Melonjak Di Atas 1,08 pasca PMI Manufaktur Jerman Mengalahkan Perkiraan
Friday, 21 February 2020 15:49 WIB

PMI Manufaktur Jerman Markit untuk Februari mengalahkan perkiraan dengan skor 47,8 poin, jauh di atas yang diharapkan 44,8 dan 45,3 yang tercatat pada Januari. Skor tersebut masih di bawah 50 - mencerminkan kontraksi yang berkelanjutan meskipun lebih lambat di sektor industri ekonomi terbesar zona e...

ANOTHER NEWS
Harga minyak AS turun hampir 4% seiring penyebaran wabah coronavirus
Tuesday, 25 February 2020 02:59 WIB Minyak berjangka ditutup lebih rendah pada hari Senin, dengan harga minyak AS Kehilangan hampir 4% karena pasar terus resah atas dampak coronavirus pada permintaan energi. "Ini bisa menjadi pertumpahan darah untuk minyak dalam jangka pendek karena...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.