Dolar Kembali Tertekan Seiring Berlanjutnya Kekhawatiran Ekonomi
Wednesday, 28 August 2019 08:38 WIB | CURRENCIES |Dolar Indeks Dolar EuroDolar ASAussiepoundDolar Australia,Poundsterling

Tekanan kembali pada dolar pada hari Rabu, karena kekhawatiran tentang perang perdagangan Sino-AS akan terus berlanjut dan sangat merusak pertumbuhan ekonomi menyebabkan penurunan lain dalam imbal hasil obligasi AS.

Indeks dolar terhadap kelompok enam mata uang utama sedikit berubah pada 98,013 setelah turun 0,1% semalam.

Greenback dimulai pada pijakan yang goyah minggu ini, tetapi kemudian pulih karena imbal hasil Treasury safe haven memantul dari posisi terendah multi-tahun setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan sikapnya terhadap China dan memperkirakan kedua negara akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Dolar melemah di 105,680 yen setelah merosot 0,35 persen semalam, tetapi masih naik dari level terendah delapan bulan di 104,460 yang dicapai pada Senin.

Euro datar di $ 1,1091 setelah bergerak turun 0,1% pada hari Selasa ketika telah berhasil memulihkan beberapa kerugian intraday dengan harapan bahwa pemilihan cepat di Italia dapat dihindari.

Pound diperdagangkan dekat tertingginya satu bulan dari $ 1,2310 yang didapatkan semalam.

Dolar Australia hampir datar di $ 0,6751, setelah kehilangan 0,4% pada hari Selasa setelah Wakil Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Guy Debelle mengatakan mata uang domestik yang melemah mendukung perekonomian dan bahwa penurunan lebih lanjut akan bermanfaat.(mrv)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Yen naik, yuan turun seiring kekhawatiran kesepakatan perdagangan AS-China
Thursday, 21 November 2019 07:52 WIB

Yen naik terhadap dolar pada hari Kamis setelah sumber-sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan perdagangan AS-China tidak mungkin dicapai tahun ini, yang mendorong permintaan untuk aset safe-haven. Yuan mereda ke arah terendah dua minggu dalam perdagangan l...

Dolar AS Datar Karena Meningkatnya Ketegangan Dengan China Atas Hong Kong
Wednesday, 20 November 2019 23:29 WIB

Dolar AS datar pada hari Rabu menjelang rilis yang diharapkan dari risalah pertemuan Federal Reserve dan karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing. China tersinggung oleh Senat AS yang mengeluarkan undang-undang yang mendukung pemrotes Hong Kong dan akan melarang ekspor barang-ba...

EUR/USD Turun Ke Terendah Dekat 1,1060, Fokus Bergeser Ke FOMC
Wednesday, 20 November 2019 16:04 WIB

Mata uang tunggal sekarang berada di bawah pembaruan tekanan sisi bawah dan menyeret EUR/USD ke terendah baru 2-hari di wilayah 1,1060. EUR/USD melemah karena kekhawatiran perdagangan, mengamati FOMC Pasangan ini menyela gerakan positif 4-hari berturut-turutnya pada hari Rabu dalam menanggapi kena...

Dolar dan yen mendapat dukungan seiring kehati-hatian terkait sinyal perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 08:36 WIB

Dolar dan yen safe haven mendapat dukungan pada hari Rabu seiring kurangnya kejelasan pembicaraan perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS. Pergerakan yang sedikit karena pedagang lesu mengkaji pesan yang beragam...

Sterling Pertahankan Gain seiring Pedagang Tetap Berharap untuk Kemenangan Tory
Tuesday, 19 November 2019 23:29 WIB

Sterling diperdagangkan datar pada hari Selasa setelah jajak pendapat baru yang memperkuat harapan Partai Konservatif akan memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan Inggris bulan depan. Perdana Menteri Boris Johnson Tories telah melonjak untuk memimpin 18 poin atas oposisi Partai Buruh, menuru...

ANOTHER NEWS
Trump Mempertimbangkan Apakah Apple Harus Dibebaskan Dari Tarif Cina
Thursday, 21 November 2019 10:59 WIB Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu setelah berkeliling pabrik yang merakit komputer Apple Inc bahwa ia sedang mempertimbangkan apakah akan membebaskan perusahaan AS dari tarif impor impor dari China. "Kami sedang melihat itu," kata...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.