Yen naik seiring investor berbondong-bondong beralih ke aset safe-haven
Tuesday, 27 August 2019 15:24 WIB | CURRENCIES | Yenmata uang yenDolarYen

Yen Jepang menguat dan imbal hasil Treasury 10-tahun jatuh pada hari Selasa karena investor beralih  ke aset yang lebih aman di tengah kekhawatiran konflik perdagangan AS dan China akan semakin buruk, beberapa hari setelah kedua belah pihak mengumumkan tarif baru.

Pada hari Jumat, Cina mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang Amerika senilai $ 75 miliar. Amerika Serikat membalas dengan mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang Tiongkok senilai $ 250 miliar menjadi 30% dari 25% pada 1 Oktober.

Presiden A.S. Donald Trump juga mengatakan akan mengenakan pajak impor Cina senilai $ 300 miliar lagi sekitar 15%, dari 10% yang telah direncanakannya. Retribusi tersebut mulai berlaku pada 1 September.

Mata uang Jepang terakhir naik 0,5% menjadi 105,63 terhadap dolar. Tidak sekuat kenaikan pada hari Senin, ketika mencapai level tertinggi tiga tahun, tidak termasuk flash crash Januari. Yen menguat 3,6% terhadap dolar karena perang perdagangan mendorong para pedagang beralih ke aset safe-haven.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun menjadi 1,5097%, menjaga kurva hasil tetap terbalik karena imbal hasil dua tahun diperdagangkan pada 1,5264%, tanda resesi yang akan datang.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

EUR/USD Turun Ke Terendah Dekat 1,1060, Fokus Bergeser Ke FOMC
Wednesday, 20 November 2019 16:04 WIB

Mata uang tunggal sekarang berada di bawah pembaruan tekanan sisi bawah dan menyeret EUR/USD ke terendah baru 2-hari di wilayah 1,1060. EUR/USD melemah karena kekhawatiran perdagangan, mengamati FOMC Pasangan ini menyela gerakan positif 4-hari berturut-turutnya pada hari Rabu dalam menanggapi kena...

Dolar dan yen mendapat dukungan seiring kehati-hatian terkait sinyal perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 08:36 WIB

Dolar dan yen safe haven mendapat dukungan pada hari Rabu seiring kurangnya kejelasan pembicaraan perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS. Pergerakan yang sedikit karena pedagang lesu mengkaji pesan yang beragam...

Sterling Pertahankan Gain seiring Pedagang Tetap Berharap untuk Kemenangan Tory
Tuesday, 19 November 2019 23:29 WIB

Sterling diperdagangkan datar pada hari Selasa setelah jajak pendapat baru yang memperkuat harapan Partai Konservatif akan memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan Inggris bulan depan. Perdana Menteri Boris Johnson Tories telah melonjak untuk memimpin 18 poin atas oposisi Partai Buruh, menuru...

Kekhawatiran kesepakatan dagang mereda, Dolar stabil pasca penurunan 3 harinya
Tuesday, 19 November 2019 16:04 WIB

Dolar stabil terhadap mayoritas mata uang lainnya pada Selasa setelah mengalami penurunan beruntun selama tiga hari karena investor menunggu rilis risalah pertemuan bank sentral AS pada akhir Oktober ketika para pembuat kebijakan telah memangkas suku bunga. Terhadap sekumpulan mata uang saingannya,...

Dolar tahan kerugian seiring harapan untuk kesepakatan perdagangan memudar
Tuesday, 19 November 2019 08:08 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap mata uang utama pada Selasa seiring surutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan Cina mengurangi permintaan untuk greenback. Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut sebagai kesepak...

ANOTHER NEWS
Saham AS menuju penurunan ditengah meningkatnya kekhawatiran seputar perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 19:39 WIB Indeks saham berjangka AS melemah pada hari Rabu karena kekhawatiran atas hubungan perdagangan AS dan China mengurangi sentimen di sekitar reli yang ditetapkan. Sekitar pukul 7:10 pagi waktu timur AS, berjangka Dow Jones Industrial Average...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.