Dolar Tergelincir, Euro menguat Setelah Data PMI
Thursday, 22 August 2019 15:16 WIB | CURRENCIES |DOLLARCurrency Euro

Dolar lebih rendah pada hari Kamis seiring ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut berkurang, sementara euro menguat pasca data sektor swasta zona euro mendorong harapan bahwa ekonomi blok dapat menghindari resesi.

Dolar turun 0,2% pada euro 1,1104 pada pukul 03:47 pagi waktu timur AS (07:47 GMT) setelah data PMI Perancis dan Jerman untuk Agustus datang diluar ekspektasi. Tetapi laporan menunjukkan bahwa sektor manufaktur Jerman tetap pada tingkat resesi dan aktivitas di sektor jasa melambat.

Terhadap yen, dolar turun 0,15% menjadi 106,44, menyusul kenaikan 0,36% pada hari Rabu, terbesar sejak 13 Agustus.

Risalah The Fed pada hari Rabu yang menunjukkan para pembuat kebijakan memandang penurunan suku bunga bulan lalu sebagai kalibrasi ulang bukan awal dari pelonggaran moneter berkelanjutan, menahan ekspektasi untuk penurunan suku bunga lagi pada pertemuan September bank sentral.

Investor sekarang terfokus untuk pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat untuk tanda-tanda seberapa jauh bank sentral AS siap untuk menurunkan suku bunga.

Pound Inggris lebih rendah terhadap euro, penurunan hari kedua, karena ketidakpastian tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa membebani sterling. (Tgh)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Dolar menahan kenaikan seiring goncangan terhadap minyak mereda, fokus tertuju Fed
Wednesday, 18 September 2019 08:16 WIB

Dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh minggu terhadap yen karena pasar minyak pulih dari guncangan terhadap penurunan pasokan, tetapi fokus utama tertuju pertemuan Federal Reserve AS nanti pada hari Rabu yang secara luas diperkirakan akan memberikan penurunan suku bunga. Mata uang ut...

Dolar Lebih Tinggi Jelang ZEW Jerman, Pertemuan The Fed
Tuesday, 17 September 2019 15:20 WIB

Dolar sebagian besar lebih tinggi pada awal perdagangan di Eropa Selasa, karena kekhawatiran lonjakan berkelanjutan dalam harga minyak serta konflik di Teluk Persia melemahkan aset berisiko menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS. Euro berada di $1,1012, dengan pasar mengawasi ind...

Yen Jepang Tidak Berubah Meskipun Ada Kesepakatan Perdagangan dengan AS
Tuesday, 17 September 2019 11:04 WIB

Yen Jepang sebagian besar tetap tidak berubah terhadap dolar AS pada hari Selasa waktu Asia meskipun ada berita bahwa AS mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Jepang atas tarif. Tidak jelas apakah AS akan mempertahankan tarif impor mobil Jepang sebagai bagian dari perjanjian. Yen hanya sedi...

Dolar menguat pasca serangan Saudi membuat harga minyak mentah naik
Tuesday, 17 September 2019 08:30 WIB

Dolar mendapat dukungan luas karena insiden serangan baru-baru ini terhadap fasilitas minyak Saudi dan ancaman aksi militer di kawasan itu membuat harga minyak mentah menjaga harga tetap tinggi. Serangan terhadap fasilitas minyak mentah di Arab Saudi pada akhir pekan mendorong harga minyak naik ham...

Pound melemah karena muculnya kekhawatiran 'no-deal' Brexit
Monday, 16 September 2019 16:31 WIB

Pound jatuh hampir setengah persen pada Senin ini karena munculnya kembali kekhawatiran bahwa Inggris akan berjuang untuk mengamankan kesepakatannya mengenai syarat untuk keluar dari Uni Eropa. Pound jatuh ke level terendah tiga tahun di bawah $1,20 awal bulan ini, kemudian melonjak lebih dari 4%. ...

ANOTHER NEWS
Emas Bertahan Di Dekat $ 1.500 Sebelum Keputusan Suku Bunga Ditetapkan
Wednesday, 18 September 2019 08:35 WIB Investor emas telah memasuki mode menunggu dan lihat menjelang penurunan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve pada hari Rabu yang akan memulai putaran yang sibuk jelang keputusan kebijakan dari bank sentral terkemuka. Harga terbatas...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.