Dolar Pertahankan Kenaikannya Pasca Risalah The Fed Memotong Ekspektasi Suku Bunga
Thursday, 22 August 2019 09:08 WIB | CURRENCIES |DOLLAR

Dolar menahan kenaikan pada hari Kamis setelah risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve menutup beberapa harapan agresif bank sentral akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga yang mendalam.

Mata uang Asia diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran ketat pada hari Kamis menjelang pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat sebagai tanda-tanda seberapa jauh bank sentral AS bersiap untuk menurunkan suku bunga.

Komentarnya menjadi perhatian khusus setelah inversi dalam kurva imbal hasil obligasi menyoroti risiko bahwa ekonomi AS mungkin jatuh ke dalam resesi. Sementara risalah Fed memicu beberapa harapan dovish, pasar masih secara luas mengharapkan penurunan suku bunga lebih lanjut karena pertumbuhan melambat.

Pada pertemuan terakhir The Fed pada bulan Juli, bank sentral AS memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade menjadi 2,00-2,25%. The Fed selanjutnya bertemu pada 17-18 September mendatang.

Dolar bertahan stabil di level 107,79 yen menyusul kenaikan 0,36% pada hari Rabu, yang terbesar sejak 13 Agustus lalu.

Terhadap franc Swiss, dolar diperdagangkan pada level 0,9822, mendekati level tertinggi dua minggu di 0,9831. (knc)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Dolar menahan kenaikan seiring goncangan terhadap minyak mereda, fokus tertuju Fed
Wednesday, 18 September 2019 08:16 WIB

Dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh minggu terhadap yen karena pasar minyak pulih dari guncangan terhadap penurunan pasokan, tetapi fokus utama tertuju pertemuan Federal Reserve AS nanti pada hari Rabu yang secara luas diperkirakan akan memberikan penurunan suku bunga. Mata uang ut...

Dolar Lebih Tinggi Jelang ZEW Jerman, Pertemuan The Fed
Tuesday, 17 September 2019 15:20 WIB

Dolar sebagian besar lebih tinggi pada awal perdagangan di Eropa Selasa, karena kekhawatiran lonjakan berkelanjutan dalam harga minyak serta konflik di Teluk Persia melemahkan aset berisiko menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS. Euro berada di $1,1012, dengan pasar mengawasi ind...

Yen Jepang Tidak Berubah Meskipun Ada Kesepakatan Perdagangan dengan AS
Tuesday, 17 September 2019 11:04 WIB

Yen Jepang sebagian besar tetap tidak berubah terhadap dolar AS pada hari Selasa waktu Asia meskipun ada berita bahwa AS mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Jepang atas tarif. Tidak jelas apakah AS akan mempertahankan tarif impor mobil Jepang sebagai bagian dari perjanjian. Yen hanya sedi...

Dolar menguat pasca serangan Saudi membuat harga minyak mentah naik
Tuesday, 17 September 2019 08:30 WIB

Dolar mendapat dukungan luas karena insiden serangan baru-baru ini terhadap fasilitas minyak Saudi dan ancaman aksi militer di kawasan itu membuat harga minyak mentah menjaga harga tetap tinggi. Serangan terhadap fasilitas minyak mentah di Arab Saudi pada akhir pekan mendorong harga minyak naik ham...

Pound melemah karena muculnya kekhawatiran 'no-deal' Brexit
Monday, 16 September 2019 16:31 WIB

Pound jatuh hampir setengah persen pada Senin ini karena munculnya kembali kekhawatiran bahwa Inggris akan berjuang untuk mengamankan kesepakatannya mengenai syarat untuk keluar dari Uni Eropa. Pound jatuh ke level terendah tiga tahun di bawah $1,20 awal bulan ini, kemudian melonjak lebih dari 4%. ...

ANOTHER NEWS
Dolar menahan kenaikan seiring goncangan terhadap minyak mereda, fokus tertuju Fed
Wednesday, 18 September 2019 08:16 WIB Dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh minggu terhadap yen karena pasar minyak pulih dari guncangan terhadap penurunan pasokan, tetapi fokus utama tertuju pertemuan Federal Reserve AS nanti pada hari Rabu yang secara luas diperkirakan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.