Sterling Menguat Saat Buruh Mempersiapkan Tawaran untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan
Thursday, 15 August 2019 23:37 WIB | CURRENCIES |Sterling,Poundsterling

Sterling menguat pada hari Kamis ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu, didukung oleh berita bahwa Partai Buruh oposisi sedang meningkatkan upaya untuk menjatuhkan Perdana Menteri Boris Johnson dan menghentikannya membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Mata uang itu juga terangkat oleh penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan, yang datang pada angka-angka inflasi yang lebih tinggi pada hari Rabu yang meningkatkan harapan ekonomi mungkin dalam kondisi yang lebih baik daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Buruh mengatakan akan memanggil mosi tidak percaya pada pemerintahan Johnson segera setelah yakin akan menang dan akan membentuk pemerintahan sementara di bawah pimpinan Jeremy Corbyn untuk menunda Brexit.

Sementara derivatif mengindikasikan pelaku pasar mungkin memangkas kembali beberapa posisi sterling pendek, prospek mata uang tetap tertutupi oleh risiko Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa perjanjian keluar pada akhir Oktober.

Pada pukul 15:30 GMT, pound adalah 0,5% lebih tinggi pada level $ 1,2136, setelah sempat menyentuh level tertinggi $ 1,2150. Namun tetap tidak jauh dari terendah 31 bulan dari $ 1,2015 yang dicapai pada hari Senin. (knc)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Dolar dalam Permintaan, Euro, Pound Di Bawah Tekanan
Tuesday, 28 January 2020 15:34 WIB

Dolar AS tetap kuat pada Selasa, karena meningkatnya kekhawatiran mengenai penyebaran virus korona yang mematikan di China mendorong permintaan mata uang sebagai aset aman. Pada 08:00 pagi waktu tmiur AS (0800 GMT), USD/JPY diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada 109,08, setelah jatuh serendah di 108...

AUD/USD Menuju posisi terendah 3-bulan seiring Kepercayaan Bisnis Australia turun
Tuesday, 28 January 2020 08:19 WIB

AUD/USD tampaknya akan mencatat terendah 3,5 bulan di bawah 0,6750 dengan alat ukur kepercayaan bisnis Australia mencapai posisi terendah multi-tahun. Pasangan mata uang saat ini diperdagangkan di 0,6753, mewakili kerugian marjinal pada hari itu, setelah mencapai tertinggi 0,6762 beberapa menit seb...

Penguatan Dolar Tertahan oleh Yen di Tengah Meningkatnya Permintaan Safe-Haven
Tuesday, 28 January 2020 04:02 WIB

Dolar tetap melemah pada Senin, tertekan oleh penurunan yang mengejutkan dalam data penjualan rumah baru dan penawaran dalam yen dan franc Swiss karena kekhawatiran meningkat atas penyebaran virus corona yang mematikan. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang dari enam mata ua...

Safe Haven Yen Menguat Terkait Kekhawatiran Virus
Monday, 27 January 2020 16:48 WIB

Yen Jepang dalam permintaan Senin karena para pedagang berbondong-bondong ke mata uang safe haven di tengah kekhawatiran atas penyebaran virus seperti pneumonia di Cina. Pada pukul 03.20 ET (0820 GMT), USD / JPY turun 0,2% menjadi 109,08, setelah jatuh serendah 108,73 semalam, level terendah sejak ...

Yen menguat, yuan turun ditengah sentimen Cina yang berjuang untuk menahan virus
Monday, 27 January 2020 07:41 WIB

Yen menguat dan yuan jatuh dalam perdagangan luar negeri pada hari Senin seiring kekhawatiran bahwa China sedang berjuang untuk menahan penyebaran virus seperti-pneumonia yang memicu serangan penghindaran risiko. Mata uang Jepang, sering dicari sebagai safe-haven di saat ketidakpastian, naik ke ter...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka lebih tinggi pasca Dow bukukan hari terburuknya sejak Oktober
Tuesday, 28 January 2020 16:33 WIB Indeks saham berjangka AS lebih tinggi pada Selasa pagi setelah Dow membukukan hari perdagangan terburuk dalam sekitar tiga bulan. Pada sekitar 4:20 pagi waktu timur, Dow berjangka naik 57 poin, menunjukkan pembukaan positif lebih dari 49 poin....

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.