GBP/USD Sentuh Posisi Terendah Baru Sesi, Kembali Di Bawah 1,2500
Monday, 22 July 2019 16:06 WIB | CURRENCIES |PoundsterlingGBP/USD

Pasangan GBP/USD akhirnya terhenti dari fase konsolidasi sesi Asia dan turun ke posisi terendah baru sesi, di sekitar wilayah 1,2475 dalam satu jam terakhir.

Penurunan tiba-tiba lebih dari 35-pip, menyeret pasangan ini lebih jauh di bawah angka psikologis kunci 1,2500 sebagai reaksi terhadap berita utama politik Inggris, yang menunjukkan bahwa pengunduran diri menteri dapat dimulai nanti Senin ini.

Perlu dilaporkan bahwa Menteri Keuangan Britania Raya Phillip Hammond, bersama dengan Sekretaris Negara untuk Keadilan dan Kanselir Lord David Guake siap untuk mengundurkan diri jika Boris Johnson - bakal calon, menjadi PM Inggris berikutnya.

Di sisi lain, Dolar AS tetap didukung oleh komentar Presiden Fed St. Louis James Bullard pada hari Jumat, mengatakan bahwa penurunan suku bunga 25 bp tampaknya tepat karena kondisi ekonomi AS saat ini tidak menjamin pemotongan yang lebih besar.

Namun, penurunan tetap terbatas, setidaknya untuk saat ini, karena investor masih enggan untuk menempatkan taruhan agresif menjelang hasil pemungutan suara kepemimpinan Tory, diharapkan akan diumumkan pada hari Selasa, dan tidak ada data ekonomi yang relevan.

Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk menunggu penjualan lebih lanjut yang kuat sebelum pedagang mulai memposisikan dimulainya kembali tren bearish pasangan ini yang sudah mapan dan kemungkinan bergerak kembali untuk menantang posisi terendah 27-bulan yang ditetapkan Rabu lalu.

Sumber : FX Street

RELATED NEWS

Dolar Menguat Seiring Berita Virus Korona yang Mengecewakan
Wednesday, 8 April 2020 15:50 WIB

Dolar AS kembali diminati pada Rabu, karena investor mencari tempat berlindung yang aman di tengah berita mengecewakan seputar wabah virus korona dan kerusakan ekonomi di Eropa yang menjadi jelas. Pada pukul 3 dini hari ET (0700 GMT), Indeks Dolar AS, yang mengikuti greenback terhadap sekelompokena...

Dolar sedikit lebih tinggi seiring kekhawatiran virus kembali
Wednesday, 8 April 2020 08:47 WIB

Dolar menemukan pijakan pada hari Rabu seiring investor kembali ke safe-havens, melepaskan beberapa keuntungan mata uang berisiko yang dibuat di tengah harapan krisis coronavirus di Eropa dan New York melambat. Greenback naik pada sebagian besar mata uang utama selain safe-haven yen Jepang, sehari ...

Pound Menguat Terkait Kembalinya Minat Aset Risiko, Pedagang Menunggu Berita Johnson
Tuesday, 7 April 2020 23:33 WIB

Sterling rally pada hari Selasa dengan rebound meluas di pasar aset berisiko mendorong beberapa penjualan dolar, sementara para pedagang menunggu berita tentang Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang stabil dalam perawatan intensif saat ia melawan gejala COVID-19. Johnson, 55, dipindahkan ke p...

Dolar Melemah seiring Meningkatnya Sentimen Risiko
Tuesday, 7 April 2020 16:15 WIB

Dolar melemah pada hari Selasa, dengan sentimen risiko didorong oleh bukti lebih lanjut bahwa virus telah memuncak di beberapa negara di Eropa, sementara AS juga telah melihat bukti perbaikan yang tersebar. Pada pukul 3:10 ET (0710 GMT), Indeks Dolar AS, yang mengikuti greenback terhadap sekerlompo...

Dolar turun seiring kekhawatiran virus tetap ada meskipun ada beberapa tanda harapan
Tuesday, 7 April 2020 13:03 WIB

Dolar jatuh terhadap yen pada hari Selasa seiring saham berjangka AS menghapus kenaikan dan diperdagangkan lebih rendah dalam tanda beberapa investor tetap khawatir tentang guncangan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi coronavirus. Pound mencabut kembali beberapa kerugian baru-baru ini terhadap d...

ANOTHER NEWS
Emas Menguat Terkait Kekhawatiran Virus Korona, Dolar Batasi Gain
Wednesday, 8 April 2020 17:16 WIB Harga emas naik dalam perdagangan yang fluktuatif pada Rabu di tengah melemahnya minat terhadap aset berisiko karena meningkatnya kematian mengurangi harapan untuk penahanan cepat terhadap virus korona baru. Emas spot naik 0,2% menjadi $ 1,651.51...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.