Euro mendekati $ 1,12 seiring investor menunggu pertemuan bank sentral
Monday, 22 July 2019 15:19 WIB | CURRENCIES | EuroZona Euro,

Pasar valuta asing memulai minggu ini dengan menunggu untuk melihat seberapa banyak dan seberapa cepat pembuat kebijakan dapat melonggarkan kebijakan, dimulai dengan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.

Euro melemah ke $ 1,12 dalam perdagangan Asia karena dolar menguat terhadap permintaan safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Data posisi yang dipublikasikan minggu lalu menunjukkan bahwa investor tetap meminati dolar, tidak berubah dari minggu sebelumnya.

Valuta asing telah terjebak dalam kisaran perdagangan dalam beberapa minggu terakhir, dengan ekspektasi untuk pelonggaran oleh Federal Reserve dan ECB lebih atau kurang membatalkan dampak pada euro dan dolar.

Harga untuk pemangkasan Fed 50 basis poin melonjak pekan lalu setelah pidato dovish oleh Presiden Fed New York John Williams. Harapan itu kemudian menyusut setelah juru bicara Fed mengklarifikasi bahwa pernyataan itu tidak merujuk pada "tindakan kebijakan potensial".

Prakiraan harga untuk pemotongan 50 basis poin telah turun dari setinggi 71% minggu lalu menjadi 18,5% pada hari Senin.

The Fed mengadakan pertemuan kebijakan moneter minggu depan, seperti halnya Bank of Japan.

Euro mendorong lebih rendah ke $ 1,1217 setelah sebelumnya mencapai $ 1,1208 di perdagangan Asia. Indeks dolar naik 0,1% menjadi 97,199.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Pound Turun tipis seiring Pedagang Mencari petunjuk Selama Pembicaraan Brexit
Thursday, 17 October 2019 13:08 WIB

Pound Inggris melemah terhadap dolar AS pada hari Kamis di Asia seiring para pedagang mencari petunjuk atas negosiasi Brexit. Pasangan GBP/USD turun 0,1% menjadi 1,2822 pada pukul 12:25 a.m. waktu timur AS (04:25 GMT) setelah BBC mengutip sumber pemerintah dan mengatakan Inggris dan Uni Eropa tidak...

Dollar pertahankan kerugian; Nasib pound terikat pada KTT Uni Eropa
Thursday, 17 October 2019 08:36 WIB

Dolar mendapat dukungan pada hari Kamis setelah melemah seiring melesunya data ritel AS, sementara pound berada di tepi karena Inggris dan Uni Eropa bergegas untuk mengamankan kesepakatan akhir Brexit. Sterling berayun sekitar lima bulan tertinggi semalam, dihantam oleh serangkaian berita utama ten...

Sterling, Saham Inggris Melonjak Di Tengah Harapan Kesepakatan Brexit
Wednesday, 16 October 2019 23:39 WIB

Sterling berayun di sekitar tertinggi lima bulan pada hari Rabu dan saham di London memangkas kerugian mereka di tengah badai berita utama yang bertentangan tentang apakah Inggris dan Uni Eropa berada di ambang menyetujui kesepakatan Brexit. Pada hari perdagangan yang bergejolak lainnya untuk aset ...

Dolar merosot ke level terendah empat pekan; yen menguat
Wednesday, 16 October 2019 15:24 WIB

Dolar menuju ke posisi terendah empat pekan terhadap rival pada Rabu ini di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan yang meningkat antara Washington dan Beijing akan terus membebani prospek pertumbuhan global. Selera risiko berada di balik penguatan mata uang Jepang terhadap greenback seme...

Sterling menyerahkan beberapa keuntungan seiring optimisme Brexit tertahan
Wednesday, 16 October 2019 08:21 WIB

Pound Inggris turun dari level tertinggi dalam hampir lima bulan terhadap dolar AS pada hari Rabu seiring investor mulai mempertanyakan optimisme mereka tentang negosiasi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Sterling juga jatuh dari tertinggi dalam lima bulan terhadap euro karena investor membukuk...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Pasca Kesepakatan Brexit yang Tentatif, Data Ekonomi
Thursday, 17 October 2019 20:49 WIB Saham AS dibuka dengan kenaikan kecil pada Kamis setelah pemimpin Inggris dan Uni Eropa mengumumkan rancangan perjanjian tentang Brexit dan mengikuti putaran data ekonomi AS dan pendapatan perusahaan. Dow Jones Industrial Average naik 64 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.