Dolar naik diikuti imbal hasil AS pasca taruhan terhadap pemotongan suku bunga berkurang
Wednesday, 10 July 2019 08:17 WIB | CURRENCIES |DOLLARDolarDolar AS

Dolar beringsut menuju level tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, karena pertaruhan yang tidak pasti terhadap pemotongan suku bunga AS yang mendalam mendorong hasil Treasury lebih tinggi.

Keuntungan yang lebih lanjut dalam greenback tergantung pada nada Ketua Federal Reserve Jerome Powell selama dua hari kesaksian Kongres mulai nanti pada hari Rabu.

Ekspektasi untuk penurunan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Fed akhir bulan ini telah menguap, tetapi investor masih mengharapkan penurunan suku bunga 25 basis poin karena inflasi yang lemah dan kekhawatiran tentang perang perdagangan AS-China.

Dolar bisa terus naik lebih tinggi jika komentar Powell tentang ekonomi AS dianggap netral atau bahkan sedikit hawkish, yang akan mendukung argumen bahwa penurunan suku bunga tambahan akan dibatasi.

Dalam perdagangan Asia, indeks yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya berada di level 97,518 setelah menyentuh level 97,588 pada hari Selasa, yang merupakan tertinggi sejak 19 Juni.

Dolar naik tipis menjadi 108,975 yen di Asia, yang merupakan level terkuat sejak 31 Mei.

Imbal hasil Treasury 10-tahun berada di 2,067%, naik dari level terendah 2-1 / 2-tahun di 1,9390% yang dicapai pada 3 Juli.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Yen naik, yuan turun seiring kekhawatiran kesepakatan perdagangan AS-China
Thursday, 21 November 2019 07:52 WIB

Yen naik terhadap dolar pada hari Kamis setelah sumber-sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan perdagangan AS-China tidak mungkin dicapai tahun ini, yang mendorong permintaan untuk aset safe-haven. Yuan mereda ke arah terendah dua minggu dalam perdagangan l...

Dolar AS Datar Karena Meningkatnya Ketegangan Dengan China Atas Hong Kong
Wednesday, 20 November 2019 23:29 WIB

Dolar AS datar pada hari Rabu menjelang rilis yang diharapkan dari risalah pertemuan Federal Reserve dan karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing. China tersinggung oleh Senat AS yang mengeluarkan undang-undang yang mendukung pemrotes Hong Kong dan akan melarang ekspor barang-ba...

EUR/USD Turun Ke Terendah Dekat 1,1060, Fokus Bergeser Ke FOMC
Wednesday, 20 November 2019 16:04 WIB

Mata uang tunggal sekarang berada di bawah pembaruan tekanan sisi bawah dan menyeret EUR/USD ke terendah baru 2-hari di wilayah 1,1060. EUR/USD melemah karena kekhawatiran perdagangan, mengamati FOMC Pasangan ini menyela gerakan positif 4-hari berturut-turutnya pada hari Rabu dalam menanggapi kena...

Dolar dan yen mendapat dukungan seiring kehati-hatian terkait sinyal perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 08:36 WIB

Dolar dan yen safe haven mendapat dukungan pada hari Rabu seiring kurangnya kejelasan pembicaraan perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS. Pergerakan yang sedikit karena pedagang lesu mengkaji pesan yang beragam...

Sterling Pertahankan Gain seiring Pedagang Tetap Berharap untuk Kemenangan Tory
Tuesday, 19 November 2019 23:29 WIB

Sterling diperdagangkan datar pada hari Selasa setelah jajak pendapat baru yang memperkuat harapan Partai Konservatif akan memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan Inggris bulan depan. Perdana Menteri Boris Johnson Tories telah melonjak untuk memimpin 18 poin atas oposisi Partai Buruh, menuru...

ANOTHER NEWS
Minyak turun seiring prospek Perdagangan Mengimbangi Penurunan StokAS
Thursday, 21 November 2019 09:09 WIB Minyak melemah setelah kenaikan terbesar dalam lebih dari dua minggu seiring tanda-tanda tersendatnya pembicaraan perdagangan AS-China mengimbangi menyusutnya stok di pusat penyimpanan minyak mentah utama Amerika. Minyak Berjangka Januari...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.