GBP/USD Koreksi Kembali Dari Tertinggi 5 Minggu
Wednesday, 26 June 2019 08:27 WIB | CURRENCIES |GBP/USD

Sementara kekhawatiran baru Brexit tanpa kesepakatan dan pidato Fed yang kurang dovish menyeret pasangan GBP/USD kembali dari tertinggi sebulan, Cable sedikit berubah di dekat 1,2690 pada awal Rabu.

Prospek Perdana Menteri Inggris (PM), Boris Johnson, melalui BBC ketika dia menegaskan kembali berjanji untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober. Dia juga menyebutkan menggunakan aturan WTO jika perlu.

Di sisi lain, pembuat kebijakan dari Federal Reserve AS, termasuk Ketua Jerome Powell, tetap kurang dovish sambil menolak kemungkinan perlunya penurunan suku bunga segera.

Selama Rabu pagi, kandidat lain untuk posisi PM Inggris, Jeremy Hunt, diwawancarai oleh BBC. Dia mencoba meyakinkan pemilih Inggris bahwa dia bisa mendapatkan kesepakatan Brexit baru dari UE karena kepribadiannya. Namun, Pound Inggris (GBP) menunjukkan sedikit reaksi terhadap komentar tersebut.

Ke depan, dengar pendapat tentang laporan inflasi triwulanan Bank Sentral Inggris (BOE) dan konferensi pers oleh Gubernur Mark Carney akan menjadi kunci untuk dorongan baru.

Analisis Teknis

Rata-rata pergerakan 21 hari (21-DMA) bertindak sebagai supprt langsung untuk pasangan di sekitar 1,2667 menjelang rendah Mei di sekitar 1,2560.

Atau, bila naik di atas 50-DMA di 1,2800, pasangan akan menyoroti rendah April di dekat 1,2865 dan level 200-DMA di 1,2923 sebagai resistensi berikutnya.

Source: Fxstreet

RELATED NEWS

Dolar Stabil Didukung Optimisme Perdagangan; Loonie Terangkat terkait Pemilu Kanada
Tuesday, 22 October 2019 07:49 WIB

Tanda-tanda bahwa AS dan China membuat kemajuan dalam upaya untuk menyelesaikan sengketa perdagangan mereka mendukung dolar dan mata uang Asia yang terpapar pada perdagangan Selasa ini, sementara dolar Kanada naik karena para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara dalam pemilihan umum yang berlang...

Pound turun, FTSE 100 naik pasca penundaan voting Brexit
Monday, 21 October 2019 15:24 WIB

Pound Inggris tergelincir, sementara saham Inggris naik moderat pada Senin ini, setelah anggota parlemen di negara tersebut memilih untuk meminta penundaan batas waktu Brexit selama akhir pekan. Memangkas penurunan sebelumnya, pound turun 0,4% terhadap dolar menjadi $1,2926 versus $1,2974 yang terl...

Sterling Tergelincir Dari Tertinggi 5-Bulan setelah Rencana Brexit Menemui Hambatan
Monday, 21 October 2019 07:42 WIB

Sterling jatuh lebih dari setengah persen terhadap dolar pada hari Senin, tergelincir dari tertinggi lima bulan setelah parlemen Inggris menunda pemungutan suara penting terhadap perjanjian penarikan Brexit. Langkah ini menggagalkan rencana Perdana Menteri Boris Johnson untuk mengambil keputusan te...

Dolar AS tergelincir seiring Euro Masih Terangkat oleh Kesepakatan Brexit
Friday, 18 October 2019 23:13 WIB

Dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya pada hari Jumat, sementara euro didukung oleh harapan bahwa kesepakatan Brexit akan membantu mengurangi risiko resesi di blok tersebut. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat kesepakatan dengan UE pada hari Kamis, yang bergantung pada Irlandia Utar...

Pound pangkas penurunan pada kemungkinan kenaikan suku bunga
Friday, 18 October 2019 15:12 WIB

Pound Inggris lebih rendah pada Jumat ini, tetapi penurunan terjadi pasca komentar mendukung suku bunga dari Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dirilis Jumat, Ramsden mengatakan jika kesepakatan Brexit dari Perdana Menteri Boris Johnson disetuj...

ANOTHER NEWS
Ketua Parlemen Inggris Blokir Pemungutan Suara atas Persetujuan Brexit
Tuesday, 22 October 2019 10:34 WIB Ketua Parlemen Inggris John Bercow Senin (21/10) memblokir Parlemen melakukan pemungutan suara atas persetujuan Brexit yang baru dicapai PM Boris Johnson dengan Uni Eropa. Ini merupakan kemunduran terbaru yang diderita PM Boris Johnson dalam...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.