Dolar Sedikit Lebih Tinggi, Euro Melemah
Tuesday, 28 May 2019 15:54 WIB | CURRENCIES | Indeks Dolar EuroDolar AS

Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekelompok mata uang pada hari Selasa, karena sentimen pasar tetap tenang di tengah ketidakpastian yang terus-menerus atas perdagangan dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Pada 03:31 ET (07:31 GMT) indeks dolar, yang mengikuti greenback terhadap kelompok enam rival utama, di 0,2% lebih tinggi pada 97,672, diperdagangkan sekitar 0,6% lebih rendah dari tertingginya dua tahun di 98,321 yang di catatan pada hari Kamis. Indeks tersebut masih naik 1,7% untuk tahun ini.

Banyak pasangan mata uang tetap dalam kisaran baru-baru ini, dengan volume perdagangan masih tipis setelah liburan pasar di AS dan Inggris pada hari Senin.

Kekhawatiran perdagangan tetap berada di garis depan pikiran investor. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan Beijing tetapi dia mengharapkan ada di masa depan, sementara pada saat yang sama menekan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk meratakan ketidakseimbangan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Dolar turun tipis terhadap yen, dengan USD / JPY terakhir di 109,4.

Euro lebih rendah, dengan EUR / USD turun 0,1% menjadi 1,1180 setelah meraih kenaikan dari tertingginya satu setengah minggu di 1,1215 semalam setelah hasil pemilihan parlemen Eropa.(mrv)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Sterling jatuh ke posisi terendah tahun 2020 seiring penyebaran coronavirus
Friday, 28 February 2020 23:41 WIB

Pound turun tajam pada hari Jumat, kehilangan hampir 1% terhadap euro dan dolar seiring kekhawatiran tentang coronavirus yang menyebar cepat membuat investor keluar dari mata uang yang dianggap lebih berisiko. Investor beralih untuk safe-haven yen Jepang, franc Swiss dan dolar AS, sterling jatuh ke...

Yen melonjak karena investor beralih ke aset investasi aman
Friday, 28 February 2020 12:30 WIB

Yen Jepang kembali menjadi mercusuar aset investasi aman pada Jumat ini, menyentuh level tertinggi satu bulan terhadap dolar karena kekhawatiran yang semakin menjadi terkait virus corona yang membuat pasar finansial global bergejolak. Saham dalam terjun bebas dan Treasury AS telah mendorong imbal h...

Dolar turun terkait virus corona, spekulasi pemangkasan suku bunga meningkat
Friday, 28 February 2020 08:30 WIB

Dolar menahan penurunan pada Jumat setelah hari terburuknya terhadap euro dalam hampir dua tahun, karena penyebaran global dari virus corona memicu harapan untuk penurunan suku bunga AS dan mendorong perburuan imbal hasil. Pada hari Jumat, dolar stabil di $ 1,1001 per euro, tepat di atas terendah t...

Dolar Kehilangan Kilauannya seiring Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Naik
Thursday, 27 February 2020 23:29 WIB

Dolar jatuh pada hari Kamis karena imbal hasil Treasury terus bergerak ke posisi terendah baru dan para investor bertaruh bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga untuk mengimbangi dampak penyebaran virus corona, mengangkat euro ke level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu. Pasar keuangan...

Euro, Pound Menguat Jelang Pembicaraan Perdagangan; Dolar AS Turun Terkait Kekhawatiran Virus
Thursday, 27 February 2020 16:01 WIB

Euro dan pound keduanya diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis di Asia menjelang pembicaraan perdagangan UK dan Uni Eropa yang ditetapkan pada 2 Maret mendatang. Pasangan EUR / USD dan pasangan GBP / USD naik masing-masing 0,3% dan 0,2% pada pukul 1:45 ET (05:45 GMT). Terlepas dari keuntungan...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong, Shanghai Berakhir Dengan Kerugian Besar (Review)
Saturday, 29 February 2020 04:19 WIB Bursa Hong Kong dan Shanghai kembali tertekan pada hari Jumat, sejalan dengan aksi jual global yang telah menghapuskan triliunan dari valuasi pasar karena investor khawatir atas dampak ekonomi dari virus corona. Indeks Hang Seng turun 2,42 persen,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.