Dolar dekati tertinggi tiga setengah pekan, ditopang oleh imbal hasil AS
Wednesday, 22 May 2019 08:23 WIB | CURRENCIES | Indeks Dolar YenDolar AS

Dolar melayang di dekat level tertinggi empat pekan pada Rabu, didukung oleh kenaikan imbal hasil AS setelah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan perdagangan pada produsen peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies.

Terhadap sekumpulan mata uang utama saingan, dolar bertahan lebih rendah di level 98.014, setelah menyentuh level tertinggi 3-1/2 pekan di 98.134 semalam. Indeks telah naik 1,9% sepanjang tahun ini.

Departemen Perdagangan AS memblokir Huawei Technologies Co Ltd dari membeli barang-barang AS pekan lalu, yang membuat beberapa perusahaan menunda bisnis dengan produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut.

Terhadap yen, dolar sebagian besar stabil di 110,49 yen, setelah menyentuh level tertinggi dua pekan di 110,675 selama sesi sebelumnya. Greenback telah pulih 1,4% dari penurunan tiga bulan 109,02 yen yang disentuh pada Senin pekan lalu.

Ekspor Jepang turun 2,4% pada April dari tahun sebelumnya, turun beruntun selama lima bulan, seiring tanda melemahnya permintaan eksternal, data kementerian keuangan menunjukkan, dibandingkan dengan penurunan 1,8% yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Imbal hasil obligasi 10-tahun AS terakhir sebagian besar tidak berubah pada 2,423% setelah bergerak lebih jauh dari terendah tujuh pekan di 2,354% pada Kamis selama sesi sebelumnya.

Euro stabil di $1,1162.(yds)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Euro stabil seiring dolar AS bersiap untuk minggu terburuk sejak Oktober
Friday, 6 December 2019 16:32 WIB

Euro stabil terhadap dolar pada hari Jumat, meskipun greenback menuju minggu terburuk sejak pertengahan Oktober, terseret oleh kegelisahan di sekitar hubungan perdagangan AS-China dan isyarat pelemahan dalam ekonomi AS. Kiwi yang bangkit kembali menikmati pemulihan yang kuat berkat beberapa selera ...

Dolar Menuju Penurunan Mingguan Karena Tertekan Oleh Data dan Kekhawatiran Perdagangan
Friday, 6 December 2019 08:19 WIB

Dolar mengalami penurunan pada hari Jumat, dilanda kekhawatiran pada perdagangan dan sinyal beragam tentang ekonomi A.S., sementara pound Inggris berdiri lebih tinggi karena spekulasi menegaskan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson dapat memenangkan kemenangan pemilihan umum. Tempat berlindung yang ...

Dolar Sedikit Lebih Rendah Ditengah Pesan yang Beragam pada Perdagangan
Thursday, 5 December 2019 15:21 WIB

Dolar sedikit lebih rendah terhadap sekumpulan rivalnya pada Kamis seiring pesan yang beragam terkait perdagangan dari Presiden AS Donald Trump membuat harapan bahwa Cina dan AS akan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan yang berlarut-larut. Trump mengatakan pada hari Rabu...

AUD/JPY Turun Ke 74,35 Setelah Rilis Data Aussie
Thursday, 5 December 2019 08:45 WIB

AUD/JPY merosot ke 74,36 di tengah sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan ini bereaksi terhadap angka Penjualan Ritel dan Neraca Perdagangan yang suram dari Australia. Neraca Perdagangan Australia pada bulan Oktober turun di bawah perkiraan 6,100 juta ke 4,502 juta sementara Penjualan Ritel meleset da...

Yen Memperpanjang Gain seiring China Mengancam Akan Membalas RUU DPR AS
Wednesday, 4 December 2019 15:18 WIB

Yen menguat dan Indeks Spot Dollar Bloomberg mengakhiri penurunan tiga hari karena kekhawatiran perdagangan melihat tawaran aset havens dan mata uang beta tinggi di bawah tekanan moderat. Greenback menguat versus sebagian besar dari rekan-rekan Kelompok 10, kecuali yen dan franc Swiss. USD / JPY t...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan dengan catatan positif (Review)
Saturday, 7 December 2019 04:32 WIB Saham Hong Kong ditutup menguat lebih dari satu persen pada hari Jumat, didorong oleh harapan baru bahwa China dan Amerika Serikat pada akhirnya akan mencapai kesepakatan perdagangan parsial. Indeks Hang Seng menambahkan 1,07 persen, atau 281,33...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.