Aussie sentuh level puncak 2 bulan pasca data China yang stabil, euro memantul
Wednesday, 17 April 2019 12:24 WIB | CURRENCIES | EuroDolar ASAussie

Dolar Australia melesat ke level puncak dua bulan pada Rabu setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China yang stabil pada kuartal pertama, sehingga membantu mata uang Australia melepaskan kerugian sebelumnya.

Aussie 0,2% lebih tinggi pada $0,7190 setelah menyentuh $0,7206, yang terkuat sejak 21 Februari. Hal tersebut juga menyentuh level puncak empat bulan 80,71 yen.

Mata uang ini peka terhadap ekonomi China, yang merupakan mitra dagang terbesar Australia.

Ekonomi China tumbuh 6,4% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada hari Rabu, di atas ekspektasi, dibantu oleh produksi manufaktur yang meningkat tajam.

Dolar AS, seringkali merupakan tempat yang aman, merosot terhadap euro setelah data China meredam sentimen mengenai perlambatan ekonomi global.

Indeks dolar terhadap sekumpulan enam mata uang utama turun 0,1% menjadi 96,976.

Euro naik 0,2% menjadi $ 1,1300, memangkas penurunan hari sebelumnya.

Mata uang tunggal datang di bawah tekanan pada hari Selasa setelah Reuters mengutip empat sumber dengan pengetahuan langsung tentang diskusi yang mengatakan beberapa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa berpikir proyeksi ekonomi ECB terlalu optimis, karena pelemahan ekonomi di China dan gejolak perdagangan yang masih ada.(yds)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Yen Mulai Merasakan Tekanan dari Virus Korona
Monday, 6 April 2020 15:17 WIB

Yen Jepang telah terlihat dijual Senin, dengan pemerintah negara itu diharapkan untuk menerapkan keadaan darurat dalam menanggapi pandemi virus korona. Pada pukul 3:05 ET (0705 GMT), USD / JPY naik 0,7% menjadi 109,17. Indeks Dolar AS, yang mengikuti greenback terhadap sekelompok enam mata uang lai...

Pound turun pasca Boris Johnson dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes
Monday, 6 April 2020 08:29 WIB

Pound jatuh terhadap dolar dan euro pada hari Senin setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dirawat di rumah sakit untuk tes setelah menunjukkan gejala terus-menerus dari virus corona. Yen melemah terhadap dolar setelah media domestik Jepang melaporkan Perdana Menteri Shinzo Abe dapat menyata...

Sterling Turun seiring Banyaknya Perusahaan Inggris yang Menunjukkan Kemerosotan
Friday, 3 April 2020 23:26 WIB

Sterling merosot pada hari Jumat setelah data menunjukkan penurunan ke rekor baru di antara sektor jasa Inggris dan perusahaan manufaktur pada akhir Maret ketika bisnis dan rumah tangga menghentikan aktivitas untuk mencoba mencegah penyebaran virus corona. Sterling terakhir turun 1,5% pada $ 1,2205...

Dolar Masih Dalam Permintaan, Untuk Saat ini
Friday, 3 April 2020 15:17 WIB

Dolar dalam permintaan di awal perdagangan di Eropa pada hari Jumat, karena investor mencari keselamatan menyusul angka pengangguran AS yang mengerikan yang menggambarkan sejauh mana dampak ekonomi dari pandemi virus korona. Pada 3:05 ET (0705 GMT), Indeks Dolar AS, yang mengikuti greenback terhada...

Penguatan dolar terkonsolidasi karena meningkatnya resesi global
Friday, 3 April 2020 08:50 WIB

Dolar beringsut menuju kenaikan mingguan hampir 2% pada Jumat ini, didorong oleh lonjakan harga minyak dan karena investor mencari keamanan di tengah memburuknya dampak ekonomi dari pandemi virus corona. Keuntungan mengkonsolidasikan kekuatan dolar setelah bergejolak pada akhir bulan lalu, yang mem...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Berakhir Dengan Kenaikan 2,21 Persen (Review)
Tuesday, 7 April 2020 03:38 WIB Saham-saham Hong Kong berakhir Senin ini dengan keuntungan yang sehat, terangkat oleh tanda-tanda bahwa infeksi baru virus korona melambat di beberapa negara yang paling terkena dampak virus, sementara perusahaan energi didorong oleh lonjakan harga...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.