Pound Inggris Tergelincir saat Ketua Parlemen Inggris Memblokir Voting Brexit hari Selasa
Monday, 18 March 2019 23:24 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Pound Inggris jatuh ke posisi terendah sesi pada hari Senin setelah pembicara dari House of Commons, John Bercow, memutuskan bahwa pemerintah Perdana Menteri Theresa May tidak dapat memberikan suara lagi pada kesepakatan Brexit May pada hari Selasa kecuali kesepakatan telah berubah. Alasannya adalah bahwa pemerintah tidak dapat melakukan gerakan yang sama dua kali, menurut laporan setempat.

Kesepakatan May telah ditolak dua kali, sekali pada bulan Januari dan versi yang diubah minggu lalu. Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan perdagangan dengan Brussels tetapi Parlemen Inggris juga telah menolak Brexit yang keras dan tidak ada kesepakatan. Inggris selanjutnya diharapkan untuk meminta perpanjangan tenggat waktu 29 Maret, sejalan dengan pemungutan suara parlemen dari minggu lalu. Sterling jatuh dalam menanggapi pukulan lain untuk pemerintah May. Pekan lalu, setelah kesepakatannya ditolak lagi, obrolan tentang pemilihan baru dimulai di antara para pakar politik dan pasar.

Pound Inggris terakhir dibeli $ 1,3191, turun 0,8%, menurut FactSet. Satu euro diambil £ 0,8591, naik 0,9%.(Arl)

Sumber : Marketwatch

RELATED NEWS

Dolar Naik karena Pasar Berharap pada Perdagangan, Brexit
Monday, 14 October 2019 15:18 WIB

Dolar sedikit lebih tinggi dan pound Inggris tersandung pada awal pekan ini, ditengah keraguan mengenai prospek ekonomi dunia karena pasar melihat lebih dekat pada terobosan-terobosan yang banyak digembar-gemborkan mengenai sengketa perdagangan AS-China dan Brexit . Pada 3:45 pagi waktu timur AS (0...

Pound Turun Pada Harapan Baru Brexit; Dolar Naik ditengah Kemajuan Perdagangan
Monday, 14 October 2019 13:52 WIB

Pound Inggris jatuh terhadap dolar AS pada hari Senin di Asia ditengah harapan baru dari kesepakatan Brexit. Greenback naik tipis di tengah kemajuan perdagangan positif dengan China. Pasangan GBP/USD kehilangan 0,3% menjadi 1,2614 pukul 1:25 pagi waktu timur (05:25 GMT). Pound naik pada hari Jumat ...

Dolar bertahan di dekat level tertinggi 2-1/2 bulan pada kesepakatan AS-China
Monday, 14 October 2019 08:14 WIB

Dolar bertahan di dekat level tertinggi 2 1/2 bulan terhadap yen pada hari Senin setelah Washington dan Beijing mengumumkan kemajuan menuju kesepakatan perdagangan, sementara sterling melayang di dekat tertinggi 3-bulan di tengah harapan untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Pada hari Jumat, dola...

Dolar Turun ke 3-Bulan Terendah di tengah Harapan Brexit, Pertemuan AS-China
Saturday, 12 October 2019 03:02 WIB

Dolar turun ke level terendah tiga bulan pada hari Jumat karena pembelian safe-haven mereda dan sentimen risiko meningkat terhadap harapan kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, serta peningkatan kemungkinan keluarnya Inggris secara teratur dari Uni Eropa. Sterling na...

Sterling Mengkonsolidasikan Keuntungan Atas Harapan Kesepakatan Brexit
Friday, 11 October 2019 16:17 WIB

Pound Inggris mengkonsolidasikan kenaikan pada Jumat pagi setelah mengalami kenaikan satu hari terbesarnya dalam dua tahun terakhir sebagai respons terhadap tanda-tanda kemungkinan kesepakatan tentang masalah perbatasan Irlandia yang telah mengganggu negosiasi Brexit. Pada pukul 4 pagi ET (08:00 GM...

ANOTHER NEWS
Minyak Turun Pasca Gain Terbesar Karena Meningkatnya Optimisme Perdagangan
Monday, 14 October 2019 19:31 WIB Minyak tergelincir setelah melonjak tajam dalam hampir sebulan pada hari Jumat di tengah keraguan bahwa kemajuan baru-baru ini dalam pembicaraan perdagangan AS-China akan mengimbangi prospek permintaan global yang memburuk. Minyak berjangka di New...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.