Indeks Dolar AS Kembali Ke 97,00 Menjelang IHK
Tuesday, 12 March 2019 13:39 WIB | CURRENCIES | Indeks DolarDolar AS

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Greenback vs sekeranjang saingan utamanya, memulihkan beberapa penurunan setelah awal negatif pekan ini.

Indeks Dolar AS turun dan menguji level di bawah 97,00

Setelah mencapai posisi terendah di sekitar 96,90 pada awal pekan, indeks telah berhasil kembali stabil dan kembali ke penghalang kritis di angka 97,00 di atas.

Koreksi yang lebih rendah dari puncak baru 2019 pekan lalu di wilayah 97,70 telah seiring dengan pemulihan dalam sentimen seputar ruang yang terkait risiko, di mana harapan kesepakatan Brexit juga berkolaborasi dengan suasana optimis.

Selanjutnya, angka-angka inflasi yang diukur oleh IHK untuk bulan Februari adalah data berikutnya yang relevan, diikuti oleh indeks NFIB dan pidato L. Brainard dari FOMC (pemilih tetap, dovish).

Level Indeks Dolar AS yang relevan

Saat ini, pasangan tersebut naik 0,14% di 97,09 dan terobosan di atas 97,71 (tertinggi 7 Maret 2019) akan membuka pintu ke 97,87 (tertinggi bulanan 20 Juni 2017) dan akhirnya 99,89 (tertinggi bulanan 11 Mei 2017). Di sisi lain, garis support berikutnya naik di 96,92 (terendah 11 Maret) diikuti oleh 96,33 (SMA 55-hari) dan kemudian 95,82 (terendah Februari 28).

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS

Aussie dan Yuan turun dari tertinggi empat bulan, sterling naik
Monday, 16 December 2019 08:39 WIB

Dalam perdagangan Senin pagi yuan China dan dolar Australia melayang di bawah level tertinggi empat bulan yang di capai pekan lalu karena investor mengkaji kesepakatan perdagangan AS-China, sementara sterling tetap kuat pasca pemilihan umum Inggris. Yuan di luar negeri diperdagangkan pada 7,0026 yu...

Dolar Menyentuh Level Terendah Sejak Juli seiring Penurunan Aset Heaven, Pound Reli
Friday, 13 December 2019 15:59 WIB

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun pada minggu kedua seiring kenaikan aset berisiko setelah AS-China menyepakati perjanjian perdagangan fase-satu dan Partai Konservatif AS memenangkan mayoritas besar suara dalam pemilihan Kamis. USD / JPY naik 0,3% menjadi 109,63 GBP / USD reli sebesar 2,7% menjad...

Pound Melonjak Ke Tertinggi 2 1/2-Tahun Di Dorong Hasil Jajak Pendapat Inggris
Friday, 13 December 2019 07:57 WIB

Pound melonjak ke level tertinggi sejak 2017 terhadap tanda-tanda Partai Konservatif Boris Johnson berada di jalur untuk mengamankan mayoritas yang kuat dalam pemilihan Inggris, meningkatkan harapan untuk mengakhiri kebuntuan Brexit. Lonjakan ini membawa sterling ke level tertinggi sejak Mei 2018 t...

Pound Menyentuh Level Tertingginya Saat Dimulainya Pemungutan Suara di Inggris
Thursday, 12 December 2019 17:39 WIB

Pound mencapai level tertingginya sejak Maret ketika pemilih Inggris menuju ke tempat pemungutan suara untuk memutuskan antara Konservatif dan berharap untuk memberikan Brexit pada bulan Januari dan Partai Buruh yang menjanjikan referendum kedua. Sterling naik untuk hari keempat sebelum stabil di d...

Dolar Melemah seiring Hasil Mengecewakan Fed, Jelang Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 08:47 WIB

Dolar mempertahankan kerugian tertajam dalam beberapa minggu pada hari Kamis, setelah prospek inflasi Federal Reserve AS menutup ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, mendorong imbal hasil Treasury lebih rendah. Investor juga tetap gelisah karena batas waktu hari Minggu untuk putaran be...

ANOTHER NEWS
Fase Pertama Kesepakatan Perdagangan AS-China Diumumkan
Monday, 16 December 2019 09:09 WIB Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan memberi keuntungan para petani Amerika sehingga mereka "harus membeli traktor yang jauh lebih besar," kata Presiden Donald Trump. Kedua negara itu mengumumkan kesepakatan dagang baru itu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.