Dolar AS Turun seiring Angka Pertumbuhan Pekerjaan Mengecewakan
Friday, 8 March 2019 23:26 WIB | CURRENCIES |Dolar Indeks Dolar

Greenback lebih rendah pada hari Jumat setelah data menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 20.000 pekerjaan pada bulan Februari, jauh di bawah ekspektasi, karena ekonomi mendekati penuhnya lapangan kerja.

Angka-angka menunjukkan gambaran beragam kesehatan ekonomi AS, karena tingkat pengangguran turun lebih dari yang diharapkan dan inflasi upah melaju melampaui perkiraan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, turun 0,35% menjadi 97,285 pada pukul 09:17 pagi waktu timur AS (14:17 GMT).

Sementara itu, ketegangan perdagangan juga menyebabkan penurunan dolar.

Dolar turun terhadap safe-haven yen, dengan USD/JPY melemah 0,2% menjadi 111,68.

Loonie lebih tinggi, dengan USD/CAD turun 0,19% menjadi 1,3425, setelah data menunjukkan ekonominya menambahkan lebih banyak pekerjaan dari yang diharapkan pada bulan Februari.

Di tempat lain, AUD/USD menguat 0,3% menjadi 0,7032 sementara NZD/USD menurun 0,6% menjadi 0,6794.

Pound lebih rendah dengan GBP/USD turun 0,18% menjadi 1,3058, karena Perdana Menteri Theresa May mengatakan dalam pidato bahwa tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika kesepakatan Brexit-nya tidak disahkan melalui Parlemen. Euro naik karena dolar yang melemah, dengan EUR / USD naik 0,3% menjadi 1,1230. (Tgh)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Dolar dan yen mendapat dukungan seiring kehati-hatian terkait sinyal perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 08:36 WIB

Dolar dan yen safe haven mendapat dukungan pada hari Rabu seiring kurangnya kejelasan pembicaraan perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS. Pergerakan yang sedikit karena pedagang lesu mengkaji pesan yang beragam...

Sterling Pertahankan Gain seiring Pedagang Tetap Berharap untuk Kemenangan Tory
Tuesday, 19 November 2019 23:29 WIB

Sterling diperdagangkan datar pada hari Selasa setelah jajak pendapat baru yang memperkuat harapan Partai Konservatif akan memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan Inggris bulan depan. Perdana Menteri Boris Johnson Tories telah melonjak untuk memimpin 18 poin atas oposisi Partai Buruh, menuru...

Kekhawatiran kesepakatan dagang mereda, Dolar stabil pasca penurunan 3 harinya
Tuesday, 19 November 2019 16:04 WIB

Dolar stabil terhadap mayoritas mata uang lainnya pada Selasa setelah mengalami penurunan beruntun selama tiga hari karena investor menunggu rilis risalah pertemuan bank sentral AS pada akhir Oktober ketika para pembuat kebijakan telah memangkas suku bunga. Terhadap sekumpulan mata uang saingannya,...

Dolar tahan kerugian seiring harapan untuk kesepakatan perdagangan memudar
Tuesday, 19 November 2019 08:08 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap mata uang utama pada Selasa seiring surutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan Cina mengurangi permintaan untuk greenback. Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut sebagai kesepak...

Dolar AS Turun Terkait Ketidakpastian Kesepakatan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 23:27 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin setelah CNBC melaporkan bahwa pejabat Tiongkok pesimistis bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani. Laporan itu, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan pandangan suram itu disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ch...

ANOTHER NEWS
Parlemen India Membahas Bahaya Udara Beracun
Wednesday, 20 November 2019 10:48 WIB Parlemen India pada hari Selasa memperdebatkan udara beracun yang mengancam kehidupan 48 juta orang di wilayah ibu kota, dengan para pemimpin oposisi menuntut pembentukan panel parlemen untuk memperbaiki situasi pada basis jangka panjang. Dalam...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.