Dolar AS lebih rendah versus yen setelah penjualan ritel AS yang lemah
Friday, 15 February 2019 08:10 WIB | CURRENCIES |DOLLARDolar AS

Dolar melemah terhadap yen pada hari Jumat seiring data penjualan ritel AS yang suram memperkuat ekspektasi suku bunga Federal Reserve tidak akan naik tahun ini, sementara fokus investor bergeser ke pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Penjualan ritel mencatatkan penurunan terbesar mereka sejak September 2009, data AS menunjukkan pada hari Kamis, memberikan tanda pelemahan di sektor konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga perekonomian.

Dolar kehilangan sekitar 0,5 persen terhadap safe-haven yen di sesi semalam dan relatif tidak berubah di awal perdagangan Asia. Yen naik tipis terhadap euro ke level 124,67, setelah naik sekitar 0,2 persen pada hari Kamis.

Dolar Aussie dan Selandia Baru memangkas kenaikan sebelumnya, masing-masing kehilangan 0,2 persen ke level $ 0,7091 dan $ 0,6819.

Indeks dolar, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama relatif tidak berubah di 97,01, setelah melemah 0,12 persen pada sesi sebelumnya.

Fokus utama untuk pasar Asia pada hari Jumat tetap merupakan hasil dari pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara AS dan Tiongkok minggu ini.

Di tempat lain, sterling melemah 0,1 persen ke level $ 1,2800. Pedagang berharap pound akan tetap stabil dalam beberapa minggu mendatang. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar AS tergelincir seiring Euro Masih Terangkat oleh Kesepakatan Brexit
Friday, 18 October 2019 23:13 WIB

Dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya pada hari Jumat, sementara euro didukung oleh harapan bahwa kesepakatan Brexit akan membantu mengurangi risiko resesi di blok tersebut. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat kesepakatan dengan UE pada hari Kamis, yang bergantung pada Irlandia Utar...

Pound pangkas penurunan pada kemungkinan kenaikan suku bunga
Friday, 18 October 2019 15:12 WIB

Pound Inggris lebih rendah pada Jumat ini, tetapi penurunan terjadi pasca komentar mendukung suku bunga dari Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dirilis Jumat, Ramsden mengatakan jika kesepakatan Brexit dari Perdana Menteri Boris Johnson disetuj...

Sterling tahan kenaikan di dekat tertinggi 5-bulan pada kesepakatan Brexit
Friday, 18 October 2019 07:48 WIB

Pound Inggris diperdagangkan mendekati level tertinggi lima bulan terhadap dolar dan euro setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan para pemimpin Uni Eropa menyetujui kesepakatan baru bagi Inggris untuk keluar dari blok tersebut. Keuntungan Sterling pada dolar membantu mendorong greenback k...

Pound Sedikit Naik Di Tengah Kesepakatan Brexit; Dolar AS Jatuh
Thursday, 17 October 2019 23:32 WIB

Dolar AS tetap melemah pada hari Kamis, sementara sterling mencoba mempertahankan kenaikan sebelumnya setelah laporan bahwa AS dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan Brexit. Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker dan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan kesepakatan melalui Twitter, ya...

Pound Turun tipis seiring Pedagang Mencari petunjuk Selama Pembicaraan Brexit
Thursday, 17 October 2019 13:08 WIB

Pound Inggris melemah terhadap dolar AS pada hari Kamis di Asia seiring para pedagang mencari petunjuk atas negosiasi Brexit. Pasangan GBP/USD turun 0,1% menjadi 1,2822 pada pukul 12:25 a.m. waktu timur AS (04:25 GMT) setelah BBC mengutip sumber pemerintah dan mengatakan Inggris dan Uni Eropa tidak...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai berakhir dengan penurunan (Review)
Saturday, 19 October 2019 03:59 WIB Saham Hong Kong dan Shanghai merosot pada Jumat ini setelah data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat selama hampir 30 tahun. Indeks Hang Seng turun 0,48 persen, atau 128,91 poin, menjadi 26.719,58. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.