Pembeli misterius topang euro seiring imbal hasil obligasi turun
Friday, 8 February 2019 16:06 WIB | CURRENCIES |DOLLAR EuroDolar AS

Euro bertahan di level terendah dua minggu pada hari Jumat seiring pedagang penurunan bertahan dalam seminggu menyusul data buruk yang mengindikasikan perlambatan ekonomi di Eropa menyebar seiring ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina tetap tinggi.

Mata uang tunggal berada di jalur untuk penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari empat bulan setelah data yang juga mendorong turun hasil obligasi pemerintah zona euro, dengan patokan perdagangan utang Jerman pada level terendah dalam lebih dari dua tahun.

Euro telah memantul dari level rendah $ 1,1323 pada hari Kamis sebelum mengakhiri hari di level $ 1,1338 dan terjebak ke level tersebut pada hari Jumat.

Dolar gagal memanfaatkan sebagian besar penurunan euro, namun greenback lebih tinggi terhadap saingan utamanya menyusul ketegangan perdagangan tetap dominan.

Sterling sedikit lebih rendah ke level $ 1,2941. Pedagang berharap pound Inggris akan tetap stabil dalam waktu dekat karena ketidakpastian seputaran Brexit. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar Sedikit Menguat seiring Kembalinya Selera Aset Risiko
Wednesday, 29 January 2020 23:36 WIB

Permintaan yang kuat untuk indeks dolar dan yen safe-haven Jepang menguat sedikit pada tengah hari Rabu seiring meredanya kekhawatiran dalam perdagangan di tengah berlanjutnya ketidakpastian tentang kejatuhan ekonomi dari wabah koronavirus. Meskipun pasar telah agak tenang dalam semalam dan selera ...

Dolar dalam permintaan jelang pengumuman Federal Reserve
Wednesday, 29 January 2020 15:52 WIB

Mayoritas dolar AS menjadi mata uang pilihan dalam perdagangan awal di Eropa Rabu, didorong oleh tanda-tanda penguatan ekonomi menjelang pertemuan terbaru Federal Reserve. Pada 03:15 pagi waktu timur AS (0815 GMT), Indeks berjangka Dolar AS, yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan mata uang l...

Mata uang berisiko stabil seiring penyebaran coronavirus
Wednesday, 29 January 2020 07:59 WIB

Mata uang berisiko stabil pada hari Rabu seiring investor mengambil stok kerusakan ekonomi dari wabah virus korona yang berasal dari China, dengan fokus pada saham Hong Kong yang akan melanjutkan perdagangan di kemudian hari pasca liburan Tahun Baru Imlek. Ketika negara-negara meningkatkan upaya un...

Permintaan Mata Uang Safe-Haven Mereda setelah Ketakutan Virus Sedikit Berkurang
Wednesday, 29 January 2020 04:44 WIB

Yen Jepang dan franc Swiss mereda dari level tertinggi sebelumnya karena kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi dari wabah koronavirus di China berkurang, meskipun indeks dolar bertahan di dekat tertinggi dua bulan. Pasar global agak stabil setelah aksi jual pada aset risiko yang berlangsung dari S...

Dolar dalam Permintaan, Euro, Pound Di Bawah Tekanan
Tuesday, 28 January 2020 15:34 WIB

Dolar AS tetap kuat pada Selasa, karena meningkatnya kekhawatiran mengenai penyebaran virus korona yang mematikan di China mendorong permintaan mata uang sebagai aset aman. Pada 08:00 pagi waktu tmiur AS (0800 GMT), USD/JPY diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada 109,08, setelah jatuh serendah di 108...

ANOTHER NEWS
Dow Naik Untuk Hari Kedua seiring Data Penghasilan yang Terbebani Kekhawatiran Coronavirus
Wednesday, 29 January 2020 23:56 WIB Saham diperdagangkan lebih tinggi pada hari Rabu, karena investor menela'ah laporan pendapatan perusahaan, dengan hasil yang lebih baik dari perkiraan dari nama-nama indeks blue-chip, termasuk Apple, Dow dan McDonalds, membantu menutupi beberapa...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.