USD/JPY Kembali Ditolak 110,00, Turun Ke 109,70 Pasca Pidato Trump
Wednesday, 6 February 2019 10:53 WIB | CURRENCIES |Dolar YenUSD/JPY,

Pasangan USD/JPY saat ini diperdagangkan di terendah sesi 109,70, setelah menghadapi penolakan di rintangan psikologis 110,00 untuk hari ketiga berturut-turut.

Presiden Trump, dalam Pidato Kenegaraan, mengutip perang, politik, dan investigasi partisan yang konyol sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi AS dan mengkritik China karena mencuri hak kekayaan intelektual. Dia juga menawarkan pandangannya terhadap Dinding Perbatasan, asuransi kesehatan dan harga obat.

Komentar Trump beberapa menit sebelum penulisan, tetapi belum berdampak pada ekuitas, treasuries, atau bahkan peso Meksiko. Pada saat penulisan, S&P 500 futures diperdagangkan datar-ke-positif. Yield treasury 10-tahun flatlined di 2,7 persen dan USD/MXN naik hanya 0,10 persen hari ini.

Jadi, penurunan USD/JPY (kenaikan dalam JPY) yang terlihat dalam beberapa menit terakhir mungkin lebih berkaitan dengan kegagalan berulang bull di rintangan psikologis 110,00 daripada komentar Trump.

Ke depan, dolar dapat mengambil penawaran beli kuat jika unit biaya tenaga kerja kuartal keempat AS melampaui ekspektasi, memaksa pasar untuk menilai kembali perubahan dovish Fed baru-baru ini.

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS

Dolar tahan kerugian seiring harapan untuk kesepakatan perdagangan memudar
Tuesday, 19 November 2019 08:08 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap mata uang utama pada Selasa seiring surutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan Cina mengurangi permintaan untuk greenback. Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut sebagai kesepak...

Dolar AS Turun Terkait Ketidakpastian Kesepakatan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 23:27 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin setelah CNBC melaporkan bahwa pejabat Tiongkok pesimistis bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani. Laporan itu, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan pandangan suram itu disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ch...

Dolar Menyentuh 1-Pekan Terendah Menunggu Perkembangan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 15:39 WIB

Dolar merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekumpulan mata uang pada Senin ini, karena para pedagang menunggu indikasi baru mengenai apakah AS dan China bergerak lebih dekat ke kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang telah mengguncang pasar keuangan dan bertindak sebagai ha...

Pound Menguat seiring Janji Konservatif untuk Mendukung Brexit
Monday, 18 November 2019 09:58 WIB

Pound menguat terhadap semua rekan Grup-of-10 pasca Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kandidat Konservatif berjanji untuk memilih kesepakatan Brexit jika ia memenangkan pemilihan 12 Desember. GBP/USD naik ke level tertinggi dua minggu. Johnson akan mencoba untuk memenangkan para pemi...

Peluang Pemulihan Euro Terlihat Meningkat pada Tanda-Tanda Ekonomi Yang Stabil
Friday, 15 November 2019 23:09 WIB

Investor menunggu tanda-tanda apakah euro siap untuk tahap pemulihan dan akan diawasi ketat laporan manufaktur regional minggu depan. Data awal, yang akan dirilis pada Jumat depan, akan membantu investor berspekulasi apakah Eropa sedang menuju pemulihan yang lebih kuat, atau menyimpulkan bahwa siny...

ANOTHER NEWS
Korea Utara Katakan Tidak Ingin Bicara dengan AS
Tuesday, 19 November 2019 11:04 WIB Korea Utara pada Senin (18/11) mengatakan meskipun memandang "positif," keputusan AS menunda latihan militer bersama dengan Korea Selatan pemberlakuan resolusi PBB yang mengecam catatan HAM Korea Utara telah mengikis keinginan negara itu untuk...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.