Dolar tetap menguat terkait menigkatnya sentimen, imbal hasil obligasi AS naik
Tuesday, 5 February 2019 09:42 WIB | CURRENCIES |Dolar Indeks Dolar Yen Euro

Dolar bertahan pada kenaikan baru-baru ini terhadap mata uang rekanan pada Selasa ini, yang didukung oleh pemulihan selera risiko investor, yang membantu mendorong kenaikan imbal hasil AS selama sesi sebelumnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, hampir tidak berubah pada 95,828 setelah memperoleh selama tiga sesi beruntun.

Perdagangan kemungkinan akan tetap tenang di Asia dengan banyak pasar di seluruh wilayah ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek hampir selama sepekan.

Indeks naik 0,7% setelah merosot pekan lalu di bawah MA 200-hari untuk pertama kalinya sejak awal Januari 2018.

Imbal hasil Treasury naik dengan tenor 10 tahun melonjak 9 basis poin selama dua sesi terakhir.

Terhadap yen Jepang, dolar naik sedikit menjadi 109,98 yen. Yang naik di atas 110 yen untuk pertama kalinya sejak 31 Desember semalam.

Euro datar di level $ 1,1437, dari tertinggi tiga pekan $ 1,15145 yang ditetapkan pada hari Kamis.

Dolar Australia tergelincir 0,4% menjadi $ 0,7199 karena penjualan ritel untuk Desember lebih lemah dari yang diharapkan, dan menjelang keputusan kebijakan oleh Reserve Bank of Australia di kemudian hari.

Sterling pada dasarnya datar di level $ 1,3038 terkait ketidakpastian atas cara Inggris akan meninggalkan Uni Eropa.(yds)

Reuters

RELATED NEWS

Sterling Pertahankan Gain seiring Pedagang Tetap Berharap untuk Kemenangan Tory
Tuesday, 19 November 2019 23:29 WIB

Sterling diperdagangkan datar pada hari Selasa setelah jajak pendapat baru yang memperkuat harapan Partai Konservatif akan memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan Inggris bulan depan. Perdana Menteri Boris Johnson Tories telah melonjak untuk memimpin 18 poin atas oposisi Partai Buruh, menuru...

Kekhawatiran kesepakatan dagang mereda, Dolar stabil pasca penurunan 3 harinya
Tuesday, 19 November 2019 16:04 WIB

Dolar stabil terhadap mayoritas mata uang lainnya pada Selasa setelah mengalami penurunan beruntun selama tiga hari karena investor menunggu rilis risalah pertemuan bank sentral AS pada akhir Oktober ketika para pembuat kebijakan telah memangkas suku bunga. Terhadap sekumpulan mata uang saingannya,...

Dolar tahan kerugian seiring harapan untuk kesepakatan perdagangan memudar
Tuesday, 19 November 2019 08:08 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap mata uang utama pada Selasa seiring surutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan Cina mengurangi permintaan untuk greenback. Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut sebagai kesepak...

Dolar AS Turun Terkait Ketidakpastian Kesepakatan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 23:27 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin setelah CNBC melaporkan bahwa pejabat Tiongkok pesimistis bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani. Laporan itu, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan pandangan suram itu disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ch...

Dolar Menyentuh 1-Pekan Terendah Menunggu Perkembangan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 15:39 WIB

Dolar merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekumpulan mata uang pada Senin ini, karena para pedagang menunggu indikasi baru mengenai apakah AS dan China bergerak lebih dekat ke kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang telah mengguncang pasar keuangan dan bertindak sebagai ha...

ANOTHER NEWS
Saham Asia turun seiring Trump mengancam menaikan tarif kepada China
Wednesday, 20 November 2019 07:47 WIB Saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi seiring Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China jika kedua kekuatan ekonomi itu tidak mencapai kesepakatan. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang sedikit lebih...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.